Daftar lima pembajakan transfer yang dramatis di sepak bola
FajarBali.co.id Drama transfer Malick Fofana yang melibatkan Sunderland dan Crystal Palace kembali menegaskan bahwa kepindahan pemain belum tentu aman sebelum semua proses resmi selesai. Sunderland sempat berada di posisi terdepan, tetapi Crystal Palace kemudian terlihat menguasai situasi. Saat Palace tampak hampir mengamankan sang pemain, Sunderland kembali bergerak hingga akhirnya berhasil mengamankan Fofana. Menurut Bola, pola seperti ini bukan hal baru dalam sepak bola, karena sejumlah klub besar juga pernah terlibat dalam pembajakan transfer yang berujung dramatis.
Berikut lima kasus yang disebutkan, dimulai dari peringkat kelima.
5. Roy Keane ke Manchester United
Roy Keane sebenarnya sudah hampir bergabung dengan Blackburn Rovers. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah sepakat untuk bergabung dan kesepakatan kontrak pada dasarnya sudah tercapai. Namun setelah kembali ke Irlandia, Keane mendapat telepon dari Manchester United. Keane lalu memilih Manchester United dan mengakui tidak pernah menyesali keputusannya, meski membuat manajer Blackburn saat itu, Kenny Dalglish, kecewa.
Dalglish menelepon Keane dan mempertanyakan keputusan tersebut. Keane meminta maaf sebelum berlibur ke Ayia Napa, bahkan menurutnya Dalglish sempat mengatakan akan mencarinya di sana. Keane mengaku waswas selama di Ayia Napa. Ia juga menyebut bahwa setiap kali masuk ke bar, ia kerap melihat-lihat ke sekeliling karena khawatir Dalglish benar-benar muncul.
4. Paul Gascoigne ke Tottenham Hotspur
Manchester United sempat berada di posisi terdepan untuk merekrut Paul Gascoigne dari Newcastle United. Akan tetapi Tottenham Hotspur datang dengan tawaran yang membuat Gascoigne memilih pindah ke London. Tottenham bersedia membelikan rumah untuk orang tua Gascoigne di kawasan timur laut Inggris.
Klub itu juga menawarkan tanning bed untuk saudara perempuan Gascoigne. Gascoigne kemudian menjadikan tawaran tersebut sebagai bahan candaan. Ia menyebut bahwa jika saudaranya mendapatkan spray tan sementara ia bergabung dengan Manchester United, mungkin ia kini memiliki lebih banyak medali.
Bola juga menyoroti ingatan Sir Alex Ferguson ketika Manchester United kehilangan Gascoigne. Saat sedang berlibur di Ayia Napa, Ferguson menerima telepon dari Martin Edwards, ketua Manchester United, yang menyampaikan kabar bahwa Tottenham telah mendapatkan Gascoigne.
Salah satu alasan yang disebut Edwards adalah kesediaan Tottenham membelikan rumah untuk orang tua sang pemain.
3. Willian ke Chelsea
Tottenham Hotspur sempat berada di ambang kesepakatan untuk mendatangkan Willian pada hari-hari terakhir bursa transfer musim panas 2013. Winger asal Brasil itu juga dikaitkan dengan Liverpool.
Negosiasi untuk Willian kemudian bergerak, dan dilaporkan perpindahan ke White Hart Lane tinggal menunggu penyelesaian. Ketika Tottenham sudah tampak berada di posisi terdepan, Chelsea tiba-tiba masuk ke persaingan.
Dalam waktu singkat, situasi berubah dan Willian justru berlabuh ke Stamford Bridge. Transfer yang semula diyakini menjadi milik Tottenham akhirnya dibajak Chelsea pada penghujung bursa transfer.
2. Alfredo Di Stefano ke Real Madrid
Alfredo Di Stefano memiliki kisah perpindahan yang lebih rumit jika dibandingkan skenario pembajakan yang sederhana. Saat itu Barcelona dan Real Madrid sama-sama terlibat dalam perebutan pemain tersebut.
Di Stefano sempat terlihat akan bergabung dengan Barcelona, tetapi pada akhirnya berakhir di Madrid. Kepindahan itu kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah Real Madrid. Menurut Bola, transfer Di Stefano tidak dapat disebut sebagai pembajakan sederhana. Prosesnya diwarnai perselisihan, teori konspirasi yang melibatkan Jenderal Franco (Francisco Franco), serta berbagai argumen yang saling bertentangan.
Awalnya terdapat kesepakatan bahwa Di Stefano akan memperkuat kedua klub secara bergantian. Namun pada akhirnya Real Madrid mendapatkan hak atas sang pemain sepenuhnya.
1. Eberechi Eze ke Arsenal
Peringkat teratas ditempati Eberechi Eze dalam salah satu pembajakan transfer paling spektakuler. Ia tampil luar biasa dalam dua pertandingan melawan Spurs pada musim yang secara keseluruhan tidak terlalu memuaskan.
Bola menyebut bahwa, meski penampilan tersebut muncul di musim yang disebut tidak terlalu memuaskan bagi Eze, hasil akhirnya tetap membuat kisah transfernya terasa menyakitkan bagi Tottenham. Pemain yang sebelumnya berada dalam situasi transfer yang dapat berujung ke klub lain justru berlabuh ke Arsenal.