PSS Sleman menunjuk Seto Nurdiyantoro sebagai Direktur Akademi
FajarBali.co.id PSS Sleman kembali memanggil Seto Nurdiyantoro untuk mengelola akademi klub, sementara Anang Hadi ditunjuk menjadi asisten pelatih tim senior menjelang BRI Super League 2026/2027, kata PSS melalui akun media sosial resmi pada Rabu (2-9-2026).
Selain Seto, manajemen Super Elja menunjuk Anang Hadi sebagai asisten pelatih untuk mendukung Pieter Huistra. Posisi asisten sebelumnya diisi Ansyari Lubis dan Demerson Bruno, dilansir dari Bola.
PSS menuliskan pengumuman tersebut lewat Instagram klub. Melalui pernyataan itu, Seto disebut menerima peran Direktur PSS Academy, sedangkan Anang Hadi mendapat kepercayaan di tim senior.
"The legacy continue. Seto Nurdiyantoro kembali ke PSS Sleman untuk mengemban peran sebagai Direktur PSS Academy. Sementara Anang Hadi mendapat kepercayaan sebagai asisten pelatih di tim senior PSS," tulis PSS.
Dalam unggahan yang sama, PSS mengucapkan selamat bekerja dan menegaskan harapan agar semangat Super Elang Jawa terus tumbuh dari generasi ke generasi, dilansir dari Bola.
"Selamat bekerja. Selalu jaga api dan semangat Super Elang Jawa untuk terus tumbuh dari generasi ke generasi." tulis PSS.
Seto bukan sosok baru di Super Elang Jawa. Pelatih berlisensi AFC Pro itu pernah menukangi PSS dalam dua periode, yakni medio 2018-2020 dan 2022-2023, dilansir dari Bola.
Secara total, Seto tercatat memimpin PSS dalam 79 pertandingan di semua ajang, baik saat bermain di Liga 1 maupun Liga 2, serta dikenal menerapkan skema 4-3-3, dilansir dari Bola.
Episode keduanya pada Liga 1 2022/2023 berakhir di urutan ke-16 dengan 34 poin. PSS berada di posisi zona merah, namun tidak ada degradasi musim itu sehingga tetap bertahan di kasta tertinggi, dilansir dari Bola.
Comback setelah jeda
Pengumuman ini menandai comeback Seto di dunia sepak bola setelah rehat sementara dari lapangan hijau usai berpisah dengan PSIM Yogyakarta pada Januari 2025, dilansir dari Bola.
Seto disebut kelahiran Yogyakarta yang banyak berkarier di kota tersebut, baik sebagai pemain maupun pelatih, termasuk menangani PSS dan PSIM. Prestasi terbaiknya ialah mengantarkan PSS menjadi kampiun Liga 2 2018 dan promosi ke Liga 1 2019, dilansir dari Bola.