Luciano Leandro Nilai Pemain Naturalisasi di Liga Indonesia Beri Warna Baru
FajarBali.co.id Pemain naturalisasi dan keturunan Indonesia menjadi sorotan di BRI Super League 2026/2027 dengan setidaknya 13 pemain tersebar di klub besar seperti Persib Bandung, Bali United, Persija Jakarta, dan Dewa United, dilansir dari Bola.
Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh termasuk nama terbaru yang akan merasakan atmosfer kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Luciano Leandro menilai keputusan karier pemain tidak hanya soal tempat bermain.
"Bermain di Eropa belum tentu lebih baik kalau pemain tidak bermain. Tetapi bermain di Indonesia juga jangan menjadi alasan untuk berhenti berkembang. Bagi pemain muda, Liga Indonesia harus menjadi tempat untuk berkembang, bukan tempat untuk berhenti bermimpi," ujar Luciano kepada Bola.com pada 21 Agustus 2026.
Luciano menyebut tiga faktor penting dalam menentukan masa depan karier pemain, yaitu kualitas kompetisi, menit bermain, dan perkembangan pemain.
"Kalau seorang pemain masih muda dan bermain di Eropa, kemudian dia memiliki kesempatan menjadi pemain utama di klub yang kompetitif, tentu saya akan menyarankan dia untuk mempertahankan karier di Eropa," katanya.
Menurut Luciano, sepak bola Eropa menawarkan pengalaman dan tekanan tinggi, tapi berbeda jika pemain hanya menjadi cadangan.
"Kalau pilihannya adalah bermain di Eropa tetapi jarang bermain, dibandingkan bermain reguler di Super League sebagai pemain penting, saya tidak akan mengatakan bahwa keputusan bermain di Indonesia adalah keputusan yang salah," tutur Luciano.
Mantan pemain PSM Makassar dan Persija Jakarta tersebut menilai pengalaman pemain naturalisasi di luar negeri membawa warna baru bagi sepak bola Indonesia.
"Justru mereka bisa membawa pengalaman baru ke sepak bola Indonesia, meningkatkan kualitas kompetisi dan menjadi contoh bagi pemain-pemain lokal," papar Luciano.
"Contohnya pemain seperti Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, Ivar Jenner, dan Rafael Struick memiliki pengalaman bermain di luar negeri yang berbeda-beda. Sekarang tantangannya adalah bagaimana mereka tetap berkembang setelah kembali bermain di Indonesia."
"Yang paling penting bagi saya adalah jangan sampai pemain merasa sudah cukup hanya karena kembali ke Indonesia. Mereka harus tetap memiliki target untuk berkembang, menjaga kondisi fisik, disiplin dan standar profesional yang tinggi," tambahnya.
Luciano menegaskan bermain di Indonesia bukan kemunduran selama pemain mendapat menit bermain dan peluang memperkuat Timnas Indonesia.
"Jadi, apakah bermain di luar negeri selalu lebih baik? Tidak selalu. Yang lebih penting adalah: di mana pemain tersebut bisa berkembang paling maksimal," tegasnya.
"Kalau bermain di Indonesia membuat mereka menjadi pemain inti, mendapatkan menit bermain, memiliki tanggung jawab besar dan tetap dipanggil Timnas, itu bisa menjadi keputusan yang sangat baik."
"Tetapi untuk pemain muda dengan potensi besar, saya tetap berharap mereka memiliki ambisi untuk suatu hari kembali bermain di level yang lebih tinggi di luar negeri. Menurut saya, Liga Indonesia seharusnya bukan menjadi akhir perjalanan mereka, tetapi bisa menjadi salah satu tahap untuk berkembang menuju level yang lebih tinggi," pungkas Luciano.