Manajer Manchester City Jelaskan Alasan Haaland Sulit Jadi Kapten Utama
FajarBali.co.id Manajer Manchester City, Enzo Maresca, mengungkapkan alasan teknis mengapa Erling Haaland sulit menjadi kapten utama timnya, dalam sesi tur pramusim di Korea Selatan.
Pada awal 2025, Pep Guardiola menunjuk Haaland sebagai salah satu dari tim kapten yang juga beranggotakan Kevin De Bruyne, Ruben Dias, Bernardo Silva, dan Rodri menggantikan Kyle Walker yang pindah ke AC Milan.
Setelah De Bruyne pindah ke Napoli dan Silva ke Real Madrid, tersisa Dias, Rodri, dan Haaland sebagai kapten City.
Dalam wawancara, Maresca menjelaskan aturan yang ia terapkan saat melatih Leicester dan Chelsea, bahwa kapten harus segera mendatangi bangku cadangan untuk menerima instruksi ketika tim mencetak gol.
"Namun, jika kapten sendiri yang mencetak gol, barulah dia boleh merayakannya. Kalau Erling yang jadi kapten… gawat! Kami bakal punya masalah, bisa kalian bayangkan?" ujar Maresca, dikutip dari The Athletic.
Menurut Maresca, meski hanya beberapa menit, selalu ada hal yang perlu disesuaikan di lapangan setelah gol, sehingga keberadaan kapten yang harus segera menerima instruksi sangat penting.
"Kami punya tiga atau empat kapten dan kami sedang kehilangan satu orang. Untuk kasus Rodri yang dirumorkan akan pindah, lihat saja nanti bagaimana perkembangannya," tegas Maresca.
Menurut Manchester Evening News, Maresca berencana memasukkan pemain Inggris seperti Phil Foden atau Marc Guehi ke dalam tim kapten Manchester City.