Manchester City Cari Pengganti Rodri Setelah Pindah ke Barcelona
FajarBali.co.id Manchester City mulai mencari pengganti Rodri setelah gelandang asal Spanyol itu resmi pindah ke Barcelona dengan biaya transfer sekitar 65 juta paun, dilansir dari Bola.
Rodri yang menghabiskan tujuh musim bersama Man City menjadi salah satu gelandang terbaik dunia dengan pencapaian empat gelar Premier League, Ballon d'Or 2024, dan gol kemenangan di final Liga Champions 2023.
Pemain berusia 30 tahun itu juga baru saja membawa Timnas Spanyol juara Piala Dunia 2026 sebelum bergabung dengan Barcelona dengan kontrak empat tahun.
Pelatih Man City, Enzo Maresca, mengatakan kehilangan Rodri adalah perubahan besar namun bagian dari siklus pergantian pemain.
"Kami mencoba menemukan Rodri yang baru. Memang begitulah situasinya," ujar Maresca.
Maresca mengingatkan Rodri belum berstatus pemain elite saat datang ke Man City, sebelum meraih banyak prestasi bersama klub.
"Sebelum Rodri datang ke sini, dia belum memenangkan Ballon d'Or, belum menjuarai Liga Champions, dan belum memenangkan Piala Dunia Antarklub. Dia bergabung dengan klub ini, kemudian meraih banyak hal penting," kata Maresca.
Rodri mencatat hampir 300 penampilan bersama Man City, namun kontraknya memasuki tahun terakhir tanpa kesepakatan perpanjangan.
Maresca mencontohkan siklus pergantian pemain penting di Man City sebelumnya seperti David Silva digantikan Kevin De Bruyne, Sergio Aguero digantikan Erling Haaland, dan Fernandinho digantikan Rodri.
"Ketika mereka pergi, Anda harus bagus dalam merekrut pemain berikutnya. Mereka semua mirip, David, Kevin, Fernandinho, Rodri, Erling, ada satu lagi. Ini normal, ini perubahan, bukan masalah. Lanjutkan lagi dan coba melakukan hal yang tepat," tutur Maresca.
Man City juga aktif di bursa transfer dengan merekrut gelandang Timnas Inggris Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai transfer rekor klub 115 juta paun dan masih dalam pembicaraan untuk beberapa pemain lain.
Maresca mengakui masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum bursa transfer ditutup, terutama menghadapi situasi pemain yang ingin hengkang.
"Tentu tidak membantu ketika ada pemain yang karena berbagai alasan, ingin pergi. Namun, kami harus beradaptasi dan kami juga tidak ingin mempertahankan pemain di sini yang memang tidak ingin bertahan," ujar Maresca.
"Hal yang normal dalam bursa transfer adalah, Anda harus menunggu hingga pekan terakhir karena semua klub berusaha mempertahankan pemain sampai pekan terakhir dan kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi. Itu normal," tambahnya.