Deretan Pemain Top yang Gagal Bersinar di Liga Inggris
FajarBali.co.id Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi dengan persaingan ketat yang menuntut pemain menunjukkan performa terbaiknya. Namun, sejumlah pemain bintang justru gagal bersinar saat bermain di sini, meski sebelumnya sukses di klub dan tim nasional mereka. Salah satu contoh adalah Mateja Kezman yang bergabung dengan Chelsea dari PSV Eindhoven pada 2004.
Meskipun dikenal sebagai mesin gol di Eredivisie, Kezman hanya mampu mencetak tujuh gol dari 40 penampilan di semua kompetisi bersama Chelsea. Adrian Mutu juga mengalami nasib serupa di Chelsea. Setelah mencetak tujuh gol dalam 27 pertandingan, kariernya terhenti akibat skandal penggunaan narkoba.
Namun, rekor golnya untuk Timnas Rumania tetap impresif dengan 35 gol dari 77 laga.
Christian Poulsen yang bermain satu musim di Liverpool juga gagal beradaptasi dengan cepat di Premier League. Meski demikian, ia mengakhiri karier dengan catatan 96 caps untuk Timnas Denmark, termasuk partisipasi di dua Piala Dunia dan satu Kejuaraan Eropa.
Andriy Shevchenko, legenda sepak bola Ukraina, pindah ke Chelsea pada 2006 dengan harga tinggi. Namun, ia hanya mencetak sembilan gol dalam 48 laga sebelum dipinjamkan kembali ke AC Milan dan akhirnya kembali ke Dynamo Kiev, klub awalnya. Robinho yang pernah dibeli Manchester City dari Real Madrid juga tidak mampu menunjukkan performa terbaik. Ia hanya mencetak 14 gol dalam 41 pertandingan Liga Inggris dan gagal meniru kesuksesan bersama Timnas Brasil.
Diego Forlan, satu-satunya pemain Uruguay yang pernah menjuarai Premier League bersama Manchester United, juga gagal bersinar di liga ini. Meski meraih Golden Ball di Piala Dunia 2010, kontribusinya di Premier League relatif minim dengan 10 gol dari 63 laga. El Hadji Diouf yang diboyong Liverpool setelah sukses di Piala Dunia 2002 justru lebih sering menjadi sorotan negatif. Dengan hanya tiga gol dari 55 pertandingan, ia juga pernah meludahi suporter dan dianggap buruk dari segi prestasi dan sikap.
Claudio Bravo, kiper asal Cile yang didatangkan Manchester City pada 2016, gagal memenuhi ekspektasi dengan hanya tampil 29 kali dan kemudian tergeser oleh kiper baru. Performanya dinilai menurun sejak awal kedatangannya. Angel Di Maria yang pernah menjadi pemain termahal Premier League saat direkrut Manchester United dari Real Madrid, hanya bertahan satu musim di Inggris.
Perselisihan dengan pelatih dan adaptasi yang buruk membuatnya pindah ke Paris Saint-Germain. Daftar ini menunjukkan bahwa kesuksesan di liga lain atau di tingkat internasional tidak selalu menjamin keberhasilan di Premier League. Faktor adaptasi, tekanan, dan kondisi klub sangat berpengaruh pada performa pemain di kompetisi ini.
Daftar ini dirangkum berdasarkan data dan fakta yang dikutip dari Bola.