Pemberontakan DI/TII Terjadi di Beberapa Provinsi Kecuali Sumatera Utara

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Pada 19 Agustus 2026, tercatat bahwa pemberontakan DI/TII pernah melanda beberapa provinsi di Indonesia dengan pengecualian Sumatera Utara. Konflik ini merupakan pemberontakan politik pertama pasca kemerdekaan yang dipelopori oleh Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).

Gerakan DI/TII dimulai sekitar tahun 1948-1949 di Jawa Barat, dipicu oleh Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948 yang menimbulkan ketegangan politik. Pada 10-11 Februari 1948, Konferensi Pemimpin Umat Islam di Tasikmalaya menghasilkan ide pembentukan NII dan Tentara Islam Indonesia (TII).

Setelah Yogyakarta diserang Belanda pada akhir 1948, Kartosuwirjo memproklamasikan perang suci total melawan Belanda. Pergerakan ini menyebar ke beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Daerah Terdampak dan Pengecualian

Pemberontakan DI/TII tercatat terjadi di wilayah berikut:

  • Jawa Barat, sebagai pusat gerakan awal yang dipimpin Kartosuwirjo.
  • Jawa Tengah, khususnya di Brebes, Tegal, dan Pekalongan yang dipimpin oleh Amir Fatah sejak 23 Agustus 1949.
  • Aceh, yang menolak penggabungan ke Sumatera Utara sehingga menjadi latar pemberontakan di daerah tersebut.
  • Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan, yang juga menjadi wilayah operasi DI/TII.

Sementara itu, Sumatera Utara menjadi provinsi yang tidak terdampak oleh pemberontakan DI/TII, menjadi pengecualian dari sebaran konflik ini.

Konteks Penumpasan dan Peran Pemerintah

Pada 8 Desember 1950, pemerintah resmi melarang organisasi DI/TII dan terus melakukan operasi penumpasan, terutama di Jawa Barat. Pada 1960, Kodam VI Siliwangi melaksanakan operasi pagar betis yang berhasil menangkap Kartosuwirjo, yang kemudian dihukum mati.

Penumpasan ini menandai akhir dari pemberontakan DI/TII yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Konflik tersebut melibatkan tiga pihak yaitu TNI, TII, dan Belanda, terutama selama perpindahan Divisi Siliwangi antara Jawa Barat dan Yogyakarta.

Faktor Penyebab dan Proklamasi NII

Pemberontakan DI/TII berakar dari ketidakpuasan atas perjanjian politik seperti Renville dan Roem Royen yang menciptakan kekosongan pemerintahan dimanfaatkan Kartosuwirjo untuk memproklamasikan NII. Gerakan ini dianggap sebagai upaya mendirikan negara berbasis Islam yang berbeda dari Republik Indonesia.

"Perjanjian politik yang tidak mengakomodasi kepentingan umat Islam memicu lahirnya gerakan DI/TII," ujar seorang sejarawan yang mengkaji konflik tersebut.

Perkembangan Terbaru dan Dokumentasi Sejarah

Sejarah pemberontakan DI/TII terus dipelajari sebagai bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia. Meski gerakan ini sudah lama berakhir, dampaknya masih menjadi bahan kajian tentang dinamika politik dan sosial pasca kemerdekaan.

Pemberontakan DI/TII Di Luar Jawa Sejarah Wajib SMA Kelas 12 | Ensiklopedia Sejarah Indonesia
ProvinsiStatus Pemberontakan DI/TIITokoh/Keterangan
Jawa BaratTerjadiSekarmadji Maridjan Kartosuwirjo
Jawa TengahTerjadiAmir Fatah
AcehTerjadiPenolakan penggabungan ke Sumatera Utara
Sulawesi SelatanTerjadiOperasi TII
Kalimantan SelatanTerjadiOperasi TII
Sumatera UtaraTidak TerjadiPengecualian wilayah

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed