PGMOL Terapkan Aturan Baru Restart Permainan di Premier League

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) memastikan akan menerapkan aturan baru terkait restart permainan di Premier League, yang memungkinkan tim lawan mendapat peluang mencetak gol jika sebuah tim terlambat memulai kembali permainan, dilansir dari Bola.

Aturan ini termasuk hitungan mundur lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang. Jika waktu tersebut terlampaui, wasit langsung memberikan sanksi berupa perubahan penguasaan bola.

Dalam aturan baru, wasit akan menghitung mundur lima detik ketika menilai seorang pemain sengaja mengulur waktu sebelum melakukan lemparan ke dalam atau tendangan gawang. Hitungan dimulai setelah wasit memberi isyarat dengan gerakan tangan.

Jika pemain belum memulai restart permainan saat hitungan selesai, wasit akan memberikan sanksi. Untuk lemparan ke dalam, hak lemparan berpindah ke tim lawan di titik yang sama. Untuk tendangan gawang, tim lawan mendapat sepak pojok.

PGMOL menerapkan aturan ini untuk meningkatkan waktu bermain efektif sekaligus mengurangi aksi mengulur waktu yang sering dilakukan penjaga gawang atau pemain bertahan pada menit akhir pertandingan.

Sebelum aturan ini, wasit hanya bisa memberi kartu kuning, tetapi sanksi tersebut dianggap kurang efektif terutama saat injury time. Melalui aturan baru, PGMOL berharap pemain akan lebih cepat memulai kembali permainan.

Gol dari situasi bola mati menjadi faktor penting di Premier League musim lalu. Oleh karena itu, keterlambatan beberapa detik saat tendangan gawang bisa berdampak besar pada hasil pertandingan.

Sistem hitungan lima detik ini juga sudah diterapkan pada Piala Dunia 2026. Namun, beberapa pemain terlihat memanfaatkan celah aturan ini, seperti kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, yang mengarahkan rekan setimnya mengambil posisi sebelum wasit mulai menghitung mundur.

Aturan baru ini tidak hanya berlaku di Premier League, tetapi juga seluruh kompetisi sepak bola Inggris, termasuk EFL, WSL, dan National League, baik putra maupun putri.

Editors Team
Daisy Floren