Presiden FIFA Gianni Infantino Minta Maaf Atas Kontroversi Hak Komersial Piala Dunia
FajarBali.co.id Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan permintaan maaf resmi terkait polemik rencana penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), setelah rapat darurat di Rabat, Maroko, seperti dilansir dari Bola.
Surat permintaan maaf tersebut merupakan pernyataan publik pertama Infantino setelah rencana kontroversial itu diumumkan dan akhirnya dibatalkan akibat penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola dunia.
Infantino mengakui adanya kesalahan dalam proses pengambilan keputusan, terutama setelah dokumen proposal bocor ke media. "Kami mengakui kesalahan juga terjadi setelah proposal tersebut bocor ke media. Kami dengan tulus meminta maaf atas kesalahan itu dan berkomitmen agar hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Gianni Infantino dalam surat resmi.
FIFA menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan dan hasilnya akan dipresentasikan dalam pertemuan Dewan FIFA berikutnya sebagai bahan perbaikan tata kelola organisasi.
Kontroversi bermula saat FIFA mengusulkan pembentukan FFE, sebuah perusahaan untuk mengelola aspek komersial dan operasional turnamen FIFA, termasuk rencana menjual 20 persen saham kepada investor swasta.
Usulan ini memicu penolakan dari sejumlah konfederasi utama seperti UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). UEFA bahkan mengancam akan memboikot semua kompetisi FIFA jika proyek itu tetap dijalankan.
Tekanan dari berbagai pihak akhirnya membuat FIFA membatalkan rencana tersebut, meskipun dampaknya memicu krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.
Meski demikian, surat yang diterbitkan setelah rapat darurat di Rabat menegaskan dukungan penuh kepada Gianni Infantino. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, bersama Dewan Manajemen FIFA menyatakan tetap berada di belakang sang presiden dan berharap organisasi dapat memulihkan kepercayaan publik.
Dalam surat tersebut juga ditegaskan bahwa pembatalan proyek ini mengakhiri polemik dan FIFA tidak akan mentoleransi serangan terhadap integritas lembaga. FIFA membantah adanya pelanggaran aturan dalam proposal FFE.
Posisi Infantino tetap menjadi sorotan, terutama dari UEFA dan CONCACAF yang vokal meminta pergantian kepemimpinan FIFA. Untuk memberhentikan presiden FIFA, diperlukan dukungan sedikitnya 106 asosiasi anggota, yang hingga kini belum terpenuhi.
Dinamika politik sepak bola internasional diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa pekan mendatang. Permintaan maaf Infantino diharapkan menjadi langkah awal meredakan krisis dan mengembalikan fokus FIFA pada pengembangan sepak bola global.