PSBS Biak Terancam Pengurangan Poin di Championship 2026/2027
FajarBali.co.id PSBS Biak menghadapi risiko pengurangan poin dalam kompetisi Championship 2026/2027 karena belum memenuhi beberapa aspek dalam regulasi club licensing yang diberlakukan PSSI, termasuk ketidakmampuan bermain di kandang, dilansir dari Bola.
General Manager PT Liga Utama Indonesia (LUI) Budiman Dalimunthe menjelaskan bahwa pengurangan poin satu angka merupakan salah satu konsekuensi klub yang gagal memenuhi lima aspek club licensing. Namun, penerapan pengurangan ini bergantung pada faktor dan alasan ketidakpatuhan tiap klub.
Budiman menegaskan ada perbedaan kasus antara PSBS Biak dan Persipura Jayapura, yang juga tidak bisa menggunakan kandang mereka, tetapi Persipura terkena sanksi Komite Disiplin PSSI akibat kerusuhan penonton, bukan karena kelayakan stadion.
"Sebelumnya kan di-sounding sudah ada beberapa klub yang memang sekarang kan regulasinya baru, jadi kalau tidak memenuhi lima aspek, ya, lima aspek club licensing, akan ada pengurangan poin," ujar Budiman saat Rapat Umum Pemegang Saham PT Liga Utama Indonesia di Jakarta.
"Jadi, di sini Persipura, koreksi saya ya kalau tidak salah, dia bukan karena stadionnya tidak memadai, karena hukuman pada saat bertanding lawan play-off melawan Adhyaksa, koreksi saya ya, jadi dia bukan minus satu kalau hitungannya," tambah Budiman.
Persipura mendapatkan hukuman menggelar pertandingan kandang tanpa penonton di putaran pertama Championship akibat insiden kerusuhan penonton saat kalah dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe pada Mei 2026. Klub ini berencana pindah kandang ke Pulau Jawa agar lebih dekat dengan lawan.
Budiman juga menegaskan bahwa jika klub tidak dapat menyediakan stadion kandang, maka pengurangan poin berlaku. Namun, status hukuman Persipura masih perlu dikonfirmasi sebelum keputusan final.
"Kalaupun ada minusnya, nanti kami cross-check, mungkin bukan karena home base-nya, nanti bisa dicek," ujar Budiman.
PSBS Biak terancam pengurangan poin lebih besar karena belum memenuhi empat dari lima aspek club licensing. Terutama aspek keuangan yang harus memadai, seperti modal setor dan deposit.
"Yang utama kan aspek keuangan, harus ada finance-nya yang cukup memadai, di antaranya, kalian mungkin sudah tahu, harus setor modal untuk deposit dan segala macam, kalau itu tidak memenuhi kan potensi akan minus satu," jelas Budiman.
Selain itu, PSBS masih memiliki tunggakan terkait banned FIFA yang bisa menambah pengurangan poin jika tidak diselesaikan.