PSIM Yogyakarta menggandeng Adidas sebagai apparel resmi

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id PSIM Yogyakarta memperkenalkan Adidas sebagai apparel resmi untuk BRI Super League 2026 2027. Laskar Mataram memakai jersey bertema batik Parang dengan warna biru untuk home, putih untuk tandang, dan kuning untuk ketiga, seperti disampaikan pelatih dan gelandang tim, dilansir dari Bola.

Gelandang PSIM Ze Valente menyatakan senang karena klubnya menggunakan apparel Adidas, meski ia tidak mengaku bekerja secara resmi dengan merek tersebut.

"Saya tidak bekerja secara resmi dengan Adidas, tetapi mereka mendukung saya bahkan tanpa kontrak. Jadi, tentu saja saya sangat senang melihat PSIM akan disponsori oleh Adidas," ujar Ze Valente.

Menurut Ze, merek global itu memberi gengsi berbeda bagi klub dan ia menantikan bermain dengan Adidas sepanjang musim.

"Ini adalah merek global dan saya pikir ini juga memberikan sinar atau gengsi yang berbeda untuk klub. Saya berharap para penggemar bisa membeli banyak jersey. Jersey-nya bagus. Saya sangat menantikan untuk bermain dengan Adidas sepanjang musim ini," lanjut Ze Valente.

Ia juga menilai kualitas jersey Adidas berbeda dan nyaman digunakan pemain, sejalan dengan harapannya agar kolaborasi membawa keberuntungan.

"Ya, tentu saja kualitasnya berbeda. Ini Adidas, jadi saya pikir para pemain juga menikmati merek ini dan semuanya bagus," kata Ze Valente.

Ze kemudian berharap Adidas memberi hasil positif bagi PSIM pada musim 2026 2027.

"Saya berharap Adidas membawa keberuntungan bagi kita musim ini. Mari kita bekerja keras," ucap gelandang asal Portugal tersebut.

Seragam home PSIM didominasi warna biru, sementara tandang putih dan jersey ketiga kuning. Ketiga jersey mengusung motif batik Parang sebagai identitas khas Yogyakarta.

Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel menilai jersey kandang dan tandang terlihat bagus, namun memiliki pandangan berbeda soal jersey ketiga.

"Kalau soal kualitas saya tidak bisa menilainya. Tetapi, Adidas adalah merek terkenal dan menurut saya jersey kandang dan tandang, yang berwarna biru dan putih, sangat bagus," tutur Van Gastel.

Ia menambahkan bahwa ketidaksetujuannya datang dari warna jersey ketiga yang berwarna kuning.

"Tapi, saya tidak suka yang warna kuning. Ini pendapat pribadi," imbuh pelatih berlisensi UEFA Pro itu sembari tertawa.

Editors Team
Daisy Floren