PSSI Tetapkan Strategi Pengembangan Sepak Bola dan Pemilihan Asprov 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kongres PSSI 2026 yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Senin (3/8/2026) menetapkan beberapa keputusan penting sebagai arah pengembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

PSSI menegaskan peran Asosiasi Provinsi (Asprov) sebagai pilar utama dalam pembinaan sepak bola nasional. Langkah strategis termasuk pemberian kewenangan lebih luas kepada Asprov untuk mengelola kompetisi di tingkat daerah, yang diharapkan mempercepat pembinaan pemain dari akar rumput hingga jenjang lebih tinggi, dilansir dari Bola.

PSSI juga menyepakati jadwal pemilihan pengurus Asprov yang akan dilakukan pada Oktober hingga November 2026, dengan pelaksanaan menyesuaikan kesiapan masing-masing provinsi. Selain itu, Kongres menetapkan jadwal Kongres Pemilihan pengurus pusat periode 2027-2031 pada Juli 2027, dengan mekanisme terbuka dan transparan.

Dari sisi kompetisi, pendapatan dari ILeague sebagai operator Super League dan Championship mencapai Rp705 miliar per musim, meningkatkan pemasukan peserta dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. PSSI melaporkan pendapatan total sekitar Rp722 miliar, dengan Rp63 miliar berasal dari APBN dan sisanya dari sponsor, hak siar, tiket, dan merchandise.

PSSI berencana menyerahkan pengelolaan beberapa kompetisi daerah kepada Asprov untuk memperluas kewenangan dan meningkatkan sumber pemasukan daerah.

Dalam kongres, perhatian juga diberikan pada sepak bola putri. Program pembinaan di 16 provinsi telah menghasilkan basis data hampir 50 ribu talenta pemain perempuan dari berbagai kelompok usia, mulai U-15, U-17, hingga U-19. PSSI berharap sistem ini dapat memperkuat regenerasi pemain Timnas Putri Indonesia.

Kongres memastikan Liga Putri akan mulai digelar pada Oktober 2026 dengan enam klub peserta, sementara format dan jadwal pertandingan akan diumumkan operator kompetisi kemudian.

Perubahan lain yang disetujui termasuk pengelolaan Piala Presiden mulai tahun depan, yang tidak lagi diproyeksikan sebagai turnamen pramusim klub, dan sedang dikaji untuk mendukung pengembangan Timnas Indonesia.

Kongres juga mengesahkan sejumlah keputusan administratif seperti penerimaan anggota baru, pemberhentian anggota, serta perubahan nama klub dan stadion.

"Setelah kompetisi bagus, Timnas Indonesia bagus, justru sekarang PSSI Provinsi yang menjadi ujung daripada yang kita harapkan ke depan bisa berjalan lebih baik," ujar Ketua PSSI, Erick Thohir.

Erick Thohir menambahkan, "Kita berharap ke depan, setelah mereka mempunyai ketua-ketua yang suka sepak bola, punya waktu untuk sepak bola, dan bisa cari pendanaan sepak bola, PSSI Pusat memberikan hak-hak kompetisi ke daerah nantinya."

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed