Ruben Amorim Akui Kesalahan Saat Tangani Manchester United dan Fokus di AC Milan

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Ruben Amorim mengakui kesalahan yang dilakukannya saat menjadi pelatih Manchester United dan kini fokus pada tantangan baru sebagai pelatih AC Milan, yang tengah menjalani tur pramusim di Australia, dilansir dari Bola.

Amorim dipecat dari posisi pelatih MU pada Januari 2026 setelah terjadi ketegangan dengan jajaran petinggi klub. Selama memimpin MU, ia mencatat persentase kemenangan terburuk dalam sejarah klub, hanya 32 persen, dengan rata-rata kebobolan tertinggi 1,53 gol per pertandingan dan persentase nirbobol terendah 15 persen.

Setelah meninggalkan MU, Amorim langsung ditunjuk sebagai pelatih kepala AC Milan pada bulan lalu dan mulai memimpin timnya di tur pramusim.

Dalam wawancara dengan Sky Italia, Amorim mengatakan, "Mereka menunjuk saya karena merasa saya adalah orang yang tepat untuk gaya bermain yang saya inginkan. Mereka juga melihat pengalaman saya di klub besar seperti Manchester United dan refleksi yang saya sampaikan saat berdiskusi dengan Mr. Cardinale."

"Mereka memahami bahwa saya siap untuk pekerjaan ini bukan hanya karena keberhasilan yang pernah saya raih, tetapi juga karena kegagalan yang saya alami. Saya pikir itu sangat membantu dalam proses pembicaraan kami," lanjutnya.

Amorim menjelaskan bahwa ia memilih untuk tidak terjebak dalam masa lalu dan menggunakan pengalaman tersebut sebagai pelajaran penting.

"Hal pertama adalah itu sudah tidak penting lagi. Semua itu adalah masa lalu. Situasi berubah dan sekarang saya fokus pada tantangan berikutnya," ujar Amorim.

"Saya belajar banyak. Sulit menunjuk satu penyebab utama, tetapi yang paling saya pahami sekarang adalah saya membuat banyak kesalahan. Ketika Anda menyadari bahwa bukan hanya kesalahan orang lain, tetapi juga kesalahan diri sendiri, saya rasa Anda bisa menjadi pelatih dan pribadi yang lebih baik," tegasnya.

Amorim juga mengaku bangga pernah menjadi manajer MU, tapi kini fokusnya adalah di AC Milan, klub yang sudah didukungnya sejak kecil.

"Saya merasa sangat terhormat pernah menjadi manajer Manchester United. Namun sekarang saya berada di Milan," kata Amorim.

"Saya sudah berbicara dengan beberapa legenda klub seperti Daniele Massaro dan Franco Baresi. Kali ini lebih mudah bagi saya karena sejak kecil saya memang pendukung Milan."

"Saya memahami budaya dan sejarah klub ini. Namun, itu semua adalah masa lalu. Tujuan kami adalah menciptakan masa depan yang baru.

Saya senang menangani tim yang sedang berjuang karena kami ingin membangun sesuatu yang besar. Jika ini menjadi destinasi terakhir dalam karier saya, saya akan sangat bahagia karena melatih Milan adalah sebuah mimpi," tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed