Sikap Primordial Memengaruhi Kehidupan Sosial di Masyarakat Multikultural

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Sikap primordial adalah sikap memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil seperti tradisi, adat istiadat, kepercayaan, suku, bangsa, ras, agama, dan kebudayaan. Pada 30 Agustus 2026, fenomena ini masih sangat relevan dan memengaruhi hubungan sosial di Indonesia yang merupakan masyarakat multikultural.

Primordialisme berasal dari bahasa Latin "primus" yang berarti pertama dan "ordiri" yang berarti tenunan atau ikatan. Sikap ini umumnya ditemukan di masyarakat yang memiliki keberagaman sosial, seperti suku, agama, ras, dan budaya, yang terus memengaruhi interaksi sosial antarwarga.

Secara spesifik, sikap primordial sering muncul sebagai kecenderungan individu atau kelompok untuk lebih mengutamakan identitas asal usulnya dibandingkan kepentingan bersama dalam masyarakat yang lebih luas. Hal ini dapat menimbulkan sikap eksklusif dan terkadang konflik sosial jika tidak dikelola dengan baik.

Beberapa ciri utama sikap primordialisme adalah:

  • Memegang teguh nilai-nilai tradisional dan identitas yang diwariskan secara turun-temurun.
  • Rasa solidaritas tinggi terhadap kelompok asal, seperti suku, agama, atau ras.
  • Kecenderungan menolak pengaruh budaya luar atau kelompok lain yang berbeda.
  • Adanya batasan sosial yang ketat antara kelompok sendiri dan kelompok lain.

Dampak Primordialisme dalam Kehidupan Sosial

Dampak sikap primordialisme cukup signifikan, terutama di masyarakat yang sangat plural seperti di Indonesia. Sikap ini dapat memperkuat kohesi dalam kelompok sendiri tetapi juga bisa menimbulkan segregasi dan konflik antar kelompok sosial. Dalam beberapa kasus, primordialisme menjadi pemicu ketegangan yang berujung pada pertentangan sosial.

Menurut laporan dari detik.com, sikap primordialisme yang tidak disikapi dengan bijak dapat menghambat proses integrasi sosial dan mengurangi rasa kebangsaan yang inklusif.

Primordialisme dan Etnosentrisme

Meski keduanya berhubungan dengan identitas kelompok, primordialisme berbeda dengan etnosentrisme. Primordialisme lebih menitikberatkan pada ikatan sosial yang melekat secara turun-temurun, sedangkan etnosentrisme adalah sikap menganggap budaya sendiri lebih tinggi dari budaya lain. Pemahaman ini penting untuk mengurai akar konflik sosial yang berhubungan dengan identitas kelompok.

Contoh Sikap Primordialisme di Masyarakat

Di berbagai wilayah Indonesia, sikap primordial terlihat dari kecintaan dan loyalitas tinggi terhadap suku, agama, dan adat setempat. Misalnya, dalam perayaan adat, pemeliharaan bahasa daerah, serta pilihan komunitas sosial yang cenderung homogen. Hal ini juga terlihat dalam pemilihan pemimpin lokal yang sering didasarkan pada afiliasi suku atau agama.

Upaya Mengatasi Konflik Primordialisme

Untuk mengurangi dampak negatif dari sikap primordial, upaya dialog antar kelompok dan pendidikan multikultural menjadi sangat penting. Pemerintah dan lembaga sosial di Indonesia terus menggalakkan program-program yang menanamkan nilai kebangsaan dan toleransi agar masyarakat mampu hidup berdampingan secara harmonis.

"Penting bagi setiap warga negara untuk memahami bahwa menjaga identitas budaya tidak harus mengorbankan rasa persatuan dan kebangsaan," ujar seorang pakar sosiologi dari universitas terkemuka di Indonesia.

Pengelolaan sikap primordial secara tepat akan memperkuat keragaman yang harmonis dan mendorong pembangunan sosial yang inklusif di masyarakat multikultural.

PRIMORDIALISME Pengertian Ciri-ciri Dampak dan Contoh Primordialisme | Elda Elfiyanti

Editors Team
Daisy Floren