Zinedine Zidane Kembali Jadi Pelatih Kepala Timnas Prancis Setelah Piala Dunia 2026
FajarBali.co.id Zinedine Zidane resmi kembali sebagai pelatih kepala Timnas Prancis menggantikan Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya setelah Piala Dunia 2026, dilansir dari Bola.
Keputusan ini menandai babak baru bagi Les Bleus dengan harapan kesinambungan prestasi sekaligus penyegaran ruang ganti. Zidane memilih menunggu kesempatan memimpin tim nasional karena menjadi impian utamanya.
Didier Deschamps menyelesaikan masa jabatannya dengan membawa tim yang sudah mapan. Zidane kemudian masuk dengan pendekatan baru yang menitikberatkan pengelolaan pemain.
Lahir di Marseille tahun 1972 dari keluarga keturunan Aljazair, Zidane memulai karier dari klub Cannes dan Bordeaux sebelum dipanggil ke Timnas Prancis pada usia 22 tahun. Ia kemudian meniti karier di Juventus dan menjadi tokoh utama saat Prancis juara Piala Dunia 1998 dengan dua golnya di final.
Kesuksesan Zidane berlanjut dengan gelar Euro 2000 dan karier gemilang di Real Madrid, termasuk gol voli kaki kiri di final Liga Champions 2002 yang masih dikenang hingga kini.
Setelah pensiun, Zidane menempuh pendidikan manajemen olahraga dan menjalani berbagai peran di Real Madrid sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2016. Ia meraih tiga gelar Liga Champions berturut-turut dan dua trofi LaLiga.
Didier Deschamps mengapresiasi kiprah Zidane, "Sebagai pemain dia sudah luar biasa, lalu memiliki kehidupan kedua sebagai pelatih dan kini menjadi pelatih yang luar biasa," ujarnya.
Zidane kini mewarisi skuad berisi pemain berkualitas seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Tantangannya adalah membawa Timnas Prancis kembali bersaing memperebutkan gelar setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
"Saya bukan pelatih terbaik dalam urusan taktik, tetapi saya memiliki hal lain. Saya sangat memahami ruang ganti dan cara berpikir seorang pemain, dan bagi saya itu sangat penting," kata Zidane.
Pendekatan tersebut menjadi modal awal membuka era baru Timnas Prancis yang dinantikan publik untuk mengulang kejayaan Zidane sebagai pemain, kali ini dari tepi lapangan.