Al-Nassr Hadapi Pengawasan Finansial Meski Ronaldo Kembali
FajarBali.co.id Klub Liga Pro Saudi, Al-Nassr, masih berada di bawah pengawasan keuangan meski Cristiano Ronaldo telah kembali bergabung, dilansir dari Bola. Pengawasan ini dilakukan setelah laporan menyebut utang klub mencapai 800 juta riyal Saudi atau sekitar Rp3,67 triliun. Beban gaji pemain bintang dan aktivitas transfer menjadi perhatian utama manajemen. Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi ikut campur dengan membatasi pengelolaan keuangan Al-Nassr dan menempatkan penasihat independen di bidang finansial, hukum, dan komersial untuk mendampingi klub.
Al-Nassr diminta meningkatkan pendapatan agar kondisi keuangan lebih sehat dan aktivitas operasional menjadi lebih fleksibel.
Saat ini, Al-Nassr mulai mendapatkan kelonggaran setelah menjalin kerja sama komersial dengan beberapa pihak, yang membantu klub menyelesaikan transfer Samu Costa dari Real Mallorca dengan nilai 25,7 juta dolar AS atau sekitar Rp453,6 miliar. Samu Costa memberi dampak positif dengan mencetak gol dalam debutnya setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Transfer ini menunjukkan Al-Nassr tetap mampu mendatangkan pemain meski dalam pengawasan finansial, meskipun ruang gerak klub belum sepenuhnya normal. Di sisi lain, dampak pengawasan juga terasa pada perpanjangan kontrak pemain. Komite Pengawasan Keuangan Liga Pro Saudi menolak permintaan Al-Nassr untuk memperbarui kontrak beberapa pemain muda pada Jumat (21/8/2026).
Komite memperingatkan adanya sanksi tambahan bagi klub yang memaksakan pendaftaran kontrak sebelum masa pengawasan berakhir. Akibatnya, Al-Nassr menghadapi kesulitan mempertahankan pemain seperti Abdulrahman Ghareeb dan Raghad Al-Najjar, yang kontraknya belum diperpanjang. Klub berisiko kehilangan beberapa pemain secara gratis jika kontrak mereka habis tanpa perpanjangan.
Situasi ini menjadi tantangan bagi Al-Nassr untuk mempertahankan Cristiano Ronaldo dan membangun skuad yang kompetitif sambil tetap mematuhi aturan pengawasan keuangan yang berlaku.