CEO Premier League Dorong Kandidat Baru dan Reformasi Tata Kelola FIFA
FajarBali.co.id CEO Premier League, Richard Masters, mendorong munculnya kandidat baru untuk posisi presiden FIFA serta perlunya pembenahan tata kelola organisasi menjelang pemilihan pada 18 Maret 2027, dilansir dari Bola. Masters menilai kepemimpinan Gianni Infantino saat ini bermasalah, terutama terkait rencana yang dibatalkan untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. "Saya pikir yang perlu terjadi sekarang adalah, muncul kandidat lain sebelum batas waktu (menjelang pemilihan 18 Maret 2027), dengan tawaran baru, gagasan yang berbeda, yang mudah-mudahan bisa menyatukan konfederasi-konfederasi," ujar Masters.
Menurut Masters, reformasi tata kelola harus menjadi bagian dari tawaran kandidat tersebut untuk memperbaiki struktur kekuasaan FIFA.
"Dan saya pikir bagian dari tawaran itu harus mencakup reformasi, reformasi tata kelola," kata Masters. Masters menambahkan bahwa evaluasi ulang tata kelola FIFA penting tanpa dominasi pihak Eropa, serta meninjau peran dan kekuasaan presiden.
"Ini bukan berarti orang-orang dari Eropa harus mendikte bagian dunia lainnya mengenai apa yang perlu direformasi dan bagaimana keputusan harus dibuat," ujarnya. "Tetapi, pada titik ini, mengingat apa yang telah terjadi, sudah tepat untuk melihat kembali struktur tata kelola tersebut, termasuk peran presiden dan seberapa besar kekuasaan yang sebenarnya dimiliki presiden, bahkan jika orang yang menjabat nanti datang untuk mereformasi deskripsi pekerjaannya sendiri," lanjut Masters.
Masters menegaskan bahwa Premier League tidak pernah mempertimbangkan pendanaan dari investor swasta seperti rencana Infantino yang gagal, termasuk saat pandemi COVID-19. "Bahkan selama COVID, ketika banyak orang menghadapi masalah besar, kami tidak mendekati solusi seperti itu," ujar Masters. Ia menilai model bisnis Premier League sudah berjalan sangat baik, terutama dalam pengelolaan hak siar dengan pangsa pasar yang besar.
"Model Premier League bekerja dengan sangat baik. Kami sangat sukses dalam bisnis hak media, memiliki pangsa pasar yang luar biasa. Jadi, tidak ada kebutuhan bagi kami untuk mencari investasi eksternal dalam pengertian seperti itu," jelasnya.
Menjelang musim baru Premier League yang dimulai dengan pertandingan Arsenal melawan Coventry City pada 22 Agustus 2026, Masters menaruh harapan besar pada dinamika baru kompetisi. "Meski ada beberapa nama besar yang meninggalkan panggung, bintang-bintang baru akan muncul," kata Masters. "Ini sebenarnya kesempatan bagi Premier League untuk terlihat sedikit berbeda musim ini," lanjutnya.
"Saya tidak tahu seperti apa hasilnya nanti. Saya sangat tertarik untuk melihatnya. Namun, saya pikir kita harus memberikan kesempatan kepada semua pelatih baru tersebut," tambahnya.
"Satu era berakhir dan era baru muncul. Tidak ada yang benar-benar tahu siapa yang akan menjadi nama besar dan sosok dengan kepribadian kuat yang muncul. Tetapi, mereka akan muncul," tutup Masters.