Bagnaia mengakui terpuruk usai jatuh di MotoGP Aragon 2026
FajarBali.co.id Francesco Bagnaia mengakui sedang berada di titik terendah dalam karier setelah serangkaian jatuh di MotoGP 2026, termasuk insiden terbaru di MotoGP Aragon. Dilansir dari Detik Sport, di sesi sprint race Aragon 2026 ia hanya finis ke-11.
Bagnaia menyatakan sudah jatuh tiga kali dalam empat balapan di sesi utama dan kini menempati peringkat kedelapan klasemen MotoGP 2026 dengan 143 poin. Ia mengaku sudah naik podium sebanyak empat kali namun belum menjuarai balapan utama.
Sulit untuk menerimanya, sekarang salah satu titik terendah dalam karier saya, ujar Francesco Bagnaia dilansir dari Sky Italia.
Ia menilai persoalan yang dialami bukan sekadar faktor situasional, melainkan berhubungan dengan kendali saat mengendarai motor.
Saya bisa melihat dengan jelas dari data maupun apa yang saya rasakan, bahwa saya tidak benar-benar mengendalikan motor, sambungnya.
Menurut Bagnaia, ketika mencoba meningkatkan agresivitas, kondisi justru berujung pada terjatuh.
Saya justru seperti hanya 'dibawa' oleh motor tersebut. Sebab, saat saya mencoba melakukan manuver lebih agresif, saya malah terjatuh. Bahkan saat melaju pelan pun, saya tetap saja terjatuh, cetusnya.
Bagnaia masih menargetkan penutupan musim MotoGP 2026 dengan hasil lebih baik, meski ia juga menghadapi fase akhir kontrak bersama Ducati.
Untungnya datanya tersedia, saya juga memiliki kesadaran akan kemampuan saya sendiri. Saat saya melihat data-data dari rider Ducati lain, itu sebenarnya adalah hal-hal yang bisa saya lakukan dengan mudah beberapa tahun lalu, paparnya.
Ia menegaskan kemampuan dinilai tidak hilang, namun belum bisa diwujudkan sesuai harapan di lintasan.
Jadi jelas, kemampuan saya belum hilang. Saya hanya belum bisa tampil sesuai harapan, tutup Pecco.