FIFA Bela Gianni Infantino dari Tuduhan dan Tegaskan Mandat Demokratis

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id FIFA membela keras presidennya, Gianni Infantino, yang menghadapi tuduhan terkait pembayaran kepada mantan pegawai UEFA. Pernyataan ini disampaikan menyusul konfirmasi UEFA tentang pembayaran tersebut, yang memicu kontroversi di dunia sepak bola. FIFA menilai ada upaya terorganisasi untuk merusak reputasi Infantino dan melemahkan kepemimpinannya.

"Semakin jelas terlihat bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak untuk melemahkan FIFA dan presidennya," ujar FIFA pada 9 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Bola. FIFA juga menegaskan bahwa tuduhan berulang tidak otomatis menjadi fakta. Infantino dianggap telah berkontribusi selama lebih dari 30 tahun pada perkembangan sepak bola Eropa dan dunia, termasuk memperluas akses dan kesempatan di seluruh dunia.

"Perubahan tidak dapat dihindari akan menantang kepentingan yang sudah mapan. Namun, ketidaksepakatan terhadap perubahan tidak bisa dijadikan alasan melemahkan mandat demokratis presiden FIFA maupun institusi yang dipimpinnya," tambah FIFA.

FIFA menyambut pengawasan yang sah, namun menolak pemutarbalikan fakta dan tuduhan tanpa bukti. "Jika pemberitaan tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menanggapinya secara langsung dan tegas," kata mereka. FIFA juga menegaskan tanggung jawabnya kepada 211 asosiasi anggota dan sepak bola global. Mereka akan fokus memperkuat organisasi dan membangun sepak bola yang mendunia melalui pimpinan Infantino dan jajaran administrasi FIFA.

UEFA memastikan pembayaran kepada mantan pegawai tersebut memang dilakukan dan sesuai aturan saat itu. Regulasi pembayaran pegawai yang meninggalkan UEFA diperketat sejak 2016 dan disesuaikan dengan standar organisasi modern. Situasi yang memanas ini kembali menyoroti posisi Infantino, namun FIFA menegaskan tidak akan teralihkan dari agenda memperkuat organisasi dan pelayanan kepada asosiasi anggota.

Editors Team
Daisy Floren