Garuda International Cup 2026 Resmi Dibuka di Sentul dengan 72 Tim dari 13 Negara
FajarBali.co.id Turnamen Garuda International Cup (GIC) 2026 resmi dibuka di ASIOP Training Ground, Sentul, pada Kamis (20/8). Turnamen ini diikuti oleh 72 tim dari 13 negara yang bertanding dalam lima kategori usia muda.
Peserta dari 13 negara tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Sri Lanka, Pakistan, Jepang, dan China, seperti dilansir dari Detik Sport.
Ajang ini digelar dalam lima kategori, yakni U-10 Boys, U-12 Boys, U-15 Boys, U-15 Girls, dan U-17 Boys. Pertandingan pembuka kategori U-15 mempertemukan tim ASIOP melawan Zhejiang dari China.
GIC 2026 sudah dimulai sejak Rabu (19/8), namun upacara pembukaan resmi baru dilakukan sehari kemudian. Acara ini menunjukkan konsistensi ASIOP dalam menyelenggarakan kompetisi sepak bola usia muda internasional sejak 2015, meskipun sempat vakum akibat pandemi COVID-19.
Pelaksanaan GIC tahun ini terpusat di dua lokasi di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yaitu ASIOP Training Ground dan AYO Arena.
Dalam seremoni pembukaan hadir pelatih berpengalaman seperti Indra Sjafri, Fakhri Husaini, dan Eduardo Perez Moran, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia era Luis Milla.
Eduardo Perez Moran menyatakan kekagumannya terhadap konsistensi penyelenggaraan GIC yang melibatkan banyak negara.
"GIC adalah pesta sepak bola usia muda. 13 negara berkompetisi di sini. Bisa dilihat sendiri keseruannya. Sangat bagus untuk Indonesia. Event internasional seperti ini harus diperbanyak," ujar Edu.
Edu menambahkan pentingnya kompetisi usia muda sebagai fondasi masa depan tim nasional, terutama dengan adanya penambahan kategori putri tahun ini.
"Kompetisi usia muda itu adalah fondasi masa depan tim nasional, sehingga penting untuk terus dilaksanakan. Terlebih sekarang GIC juga menambah kategori putri. Sebuah gebrakan yang bagus untuk perkembangan sepak bola di Indonesia," tambahnya.
Indra Sjafri yang juga menjadi Technical Advisor GIC 2026 menyebut turnamen kali ini lebih menarik dengan kehadiran 13 negara dan 72 tim.
"Total 72 tim dari 13 negara berkumpul di sini. Pemain-pemain Indonesia mendapat kesempatan berharga menghadapi negara lain tanpa harus bepergian ke luar negeri," ujar Indra Sjafri.
Indra menegaskan bahwa proses pembinaan sepak bola tidak bisa instan, dan GIC menjadi bagian penting dalam membentuk pemain muda Indonesia melalui kompetisi internasional.
"Sejatinya sepak bola itu butuh proses. Tidak bisa instan. GIC menjadi salah satu rangkaian dalam proses tersebut. Menempa pemain muda Indonesia melalui kompetisi bertaraf internasional," jelas Indra.