Guenther Steiner Bandingkan Marc Marquez dengan Lewis Hamilton di Dunia Balap

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Guenther Steiner, bos tim Tech3 di MotoGP, membandingkan juara dunia MotoGP Marc Marquez dengan legenda Formula 1 Lewis Hamilton. Menurut Steiner, kemiripan tidak hanya terletak pada prestasi tetapi juga pada kemampuan keduanya mengelola citra sebagai atlet papan atas.

Steiner menunjukkan bahwa kedua pembalap itu sama-sama memiliki tujuh gelar juara dunia di bidangnya masing-masing. Marquez bangkit dari cedera serius dan kembali merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuh pada musim lalu, sedangkan Hamilton meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari setelah melewati musim debut yang penuh tantangan.

Saat ditanya tentang pembalap Formula 1 yang paling mengingatkannya pada Marquez, Steiner langsung menyebut Hamilton.

"Ini pertanyaan yang sulit karena saya belum pernah ditanya seperti ini sebelumnya," ujar Steiner kepada Motosprint.

"Menurut saya, dia sedikit mirip Hamilton. Dia sangat bagus melaju cepat saat dibutuhkan, tetapi juga pandai mengelola citranya. Dia tidak mengelolanya seperti Lewis karena Lewis itu unik. Tetapi dia melakukannya dengan baik dan tentu saja dia sudah memenangkan banyak hal," tambahnya.

Marquez memperlihatkan comeback impresif setelah mengalami cedera lengan serius pada 2020 yang mengharuskannya menjalani empat operasi besar dalam dua tahun. Gelar juara dunia MotoGP ketujuh yang diraihnya menjadi yang pertama sejak 2019.

Sementara itu, Hamilton juga menunjukkan kebangkitan dalam beberapa musim terakhir. Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu berhasil mencatat kemenangan pertamanya bersama Ferrari setelah musim debut yang penuh tantangan dan diragukan banyak pihak.

Guenther Steiner sendiri merupakan sosok yang berpengalaman di dunia balap, pernah menjabat sebagai team principal Haas di Formula 1 selama satu dekade sebelum kini memimpin tim Red Bull KTM Tech3 di MotoGP.

Marc Marquez saat ini masih bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2026, sementara Lewis Hamilton terus mengejar peluang meraih gelar juara dunia Formula 1 kedelapan, sebagaimana dilaporkan dari Detik Sport.

Editors Team
Daisy Floren