Harga Sembako Naik Akibat Kenaikan BBM dan Musim Kemarau Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Harga sembako di Indonesia naik pada Jumat, 7 Agustus 2026, dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkatkan tarif angkutan barang serta musim kemarau yang berdampak pada pasokan komoditas. Kenaikan ini mempengaruhi harga minyak goreng, cabai, bawang, dan beras di berbagai wilayah, terutama di pasar tradisional dan marketplace nasional.

Berdasarkan data real-time Econiq.id yang memantau harga sembako dari 34 provinsi, minyak goreng kemasan 1 liter pouch saat ini dihargai antara Rp12.000 hingga Rp14.800, sedangkan kemasan 2 liter pouch berkisar Rp22.700 hingga Rp25.000. Minyak goreng jerigen 5 liter dibanderol sekitar Rp63.000 hingga Rp67.000. Hal ini menunjukkan kenaikan dibandingkan minggu lalu akibat penyesuaian biaya distribusi.

Komoditas cabai juga mengalami kenaikan harga signifikan. Harga cabai rawit merah nasional tercatat Rp54.450 per kilogram, cabai rawit hijau Rp49.250/kg, cabai merah besar Rp48.850/kg, dan cabai merah keriting Rp44.250/kg. Sementara itu, bawang merah dijual Rp41.400/kg dan bawang putih Rp42.450/kg di pasar-pasar tradisional.

Harga beras berkualitas juga menunjukkan variasi harga yang stabil namun sedikit meningkat. Beras kualitas bawah I dihargai Rp15.200/kg, kualitas bawah II Rp15.300/kg, dan kualitas medium I dan II masing-masing Rp16.550/kg dan Rp16.450/kg.

KomoditasHarga Hari Ini (Rp/kg atau liter)Harga Minggu Lalu (Rp/kg atau liter)
Minyak Goreng 1 Liter Pouch12.000–14.80011.500–14.000
Cabai Rawit Merah54.45052.000
Bawang Merah41.40040.000
Beras Kualitas Medium I16.55016.300

Penyebab Kenaikan Harga Sembako

Kenaikan harga sembako ini terutama disebabkan oleh penyesuaian tarif angkutan barang akibat kenaikan harga BBM. Selain itu, musim kemarau tahun ini menurunkan hasil panen dan pasokan bahan pangan khususnya cabai dan bawang, sehingga harga komoditas tersebut melonjak.

Menurut laporan dari Hargakomoditas.com, kenaikan BBM secara langsung menaikkan biaya logistik distribusi bahan pokok ke berbagai daerah, sehingga harga jual di pasar ikut terdongkrak. Faktor cuaca pun menambah tekanan pada pasokan sehingga memicu fluktuasi harga yang cukup tajam.

Dampak dan Respons Pasar

Para pedagang di pasar tradisional mengonfirmasi bahwa kenaikan harga minyak goreng dan cabai menjadi beban tambahan bagi konsumen. Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Jakarta menyatakan, "Harga minyak goreng dan cabai naik drastis sejak awal Agustus, membuat daya beli masyarakat agak menurun."

Kenaikan harga ini juga berpotensi mempengaruhi pola konsumsi masyarakat karena bahan pokok menjadi lebih mahal. Pemerintah dan pelaku pasar diharapkan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan sembako agar stabilitas harga tetap terjaga.

Harga Sembako Makin Pedas Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha | Official iNews

Editors Team
Daisy Floren