I Gede Siman Sudartawa Masuk Proyeksi Asian Games 2026 di Jepang
FajarBali.co.id I Gede Siman Sudartawa dipastikan masuk dalam proyeksi tim renang Indonesia untuk Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, berdasarkan kriteria yang terpenuhi oleh Siman, salah satunya berkat medali yang diraih pada SEA Games 2025.
Pada SEA Games 2025 di Thailand, Siman meraih medali perunggu pada nomor 50 meter gaya punggung putra dengan catatan waktu 25,49 detik. Medali emas pada nomor tersebut diraih oleh juniornya, Jason Donovan Yusuf, dengan waktu 25,36 detik. Hasil ini membuat Siman memenuhi kriteria dari Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora untuk menjadi atlet proyeksi Asian Games 2026, dilansir dari Detik Sport.
Wisnu Wardhana menyatakan, "Memang (Siman Sudartawa) sempat berniat pensiun. Tapi setahu saya belum ada statment resmi." Meski demikian, Siman masih memiliki target untuk meraih medali di Asian Games yang akan datang.
"Tapi pada perkembangannya memang masih ada hal yang masih bisa dituntaskan, yaitu mencoba mendapat medali di Asian Games. Karena waktu 2018, dia nyaris, dan secara kriteria Siman pun masuk proyeksi Asian Games karena dapat medali SEA Games kemarin," ujar Wisnu Wardhana. Ia menegaskan bahwa Siman layak masuk skuad Asian Games 2026 berdasarkan kriteria PPON dan masih diberi kesempatan.
Siman bukan pendatang baru di Asian Games. Ia telah berkompetisi di ajang tersebut sejak 2010 dan pernah hampir meraih medali pada Asian Games 2014 di Incheon dengan finis di posisi keempat nomor 50 meter gaya punggung. Pada Asian Games 2018 di Indonesia, ia finis kelima dengan waktu 25,29 detik, meski sempat memecahkan rekor nasional di babak penyisihan dengan catatan waktu 25,01 detik.
Selain mengejar prestasi pribadi, Siman juga akan berperan sebagai mentor bagi para perenang muda Indonesia, termasuk Jason Donovan Yusuf dan Farrel Armandio Tangkas. Pengalaman internasional Siman dianggap penting untuk membantu junior menghadapi tekanan serta membangun kepercayaan diri di ajang multievent.
"Kami melihat regenerasi sudah ada dan dia sudah paham dan tahu ada juniornya ada Farrel (Armandio Tangkas) dan Jason. Cuma kita harus melakukan peralihan ini dengan baik," ujar Wisnu Wardhana. Siman aktif memberikan masukan kepada perenang muda saat SEA Games 2025 berlangsung.
"Di SEA Games, dia banyak kasih masukan ke juniornya, tak hanya Jason tapi yang lain. Keberadaan dia sebagai perenang dan mentor," tambah Wisnu. Peran Siman sebagai mentor dianggap penting karena Jason akan tampil di Asian Games untuk pertama kalinya.
"Itu juga yang kami perlukan karena Jason baru pertama kali tampil di Asian Games. Selain, tentu kami juga berharap Siman bisa beri terbaik untuk Indonesia karena waktu terbaik dia tak terlalu jauh dengan waktu terbaiknya," ujar Wisnu.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026. PB Akuatik Indonesia tidak hanya fokus pada regenerasi, tetapi juga membidik target medali. Wisnu menegaskan bahwa pencapaian waktu para atlet penting sebagai bagian pemetaan menuju kualifikasi Olimpiade.
"Targetnya tetap berusaha dapat medali. Jadi yang kami harapkan capai target waktu masing-masing karena dari sini kami bisa memetakan meloloskan atlet ke Olimpiade. Karena tim relay estafet itu yang bisa dapat kesempatan lebih di perorangan untuk lolos limit," jelas Wisnu Wardhana.
Siman memiliki dua misi di Asian Games 2026, yaitu memberikan kontribusi prestasi dan menjadi jembatan antar generasi perenang senior dan muda Indonesia. Kesempatan ini juga membuka peluang bagi Siman untuk mengejar medali Asian Games yang belum pernah diraihnya sebelumnya.