Islam Makhachev Pertahankan Sabuk Juara Kelas Welter di UFC 330
FajarBali.co.id Islam Makhachev berhasil mempertahankan sabuk juara kelas welter setelah mengalahkan Ian Garry dalam pertarungan lima ronde di UFC 330, yang digelar di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia, Minggu pagi WIB, 16 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detik Sport.
Makhachev menang melalui keputusan bulat juri dengan skor 49-46, 49-46, dan 48-47. Pertarungan ini menjadi laga utama UFC 330 dengan Makhachev sebagai juara bertahan dan Garry sebagai penantang.
Presiden UFC Dana White memberikan komentarnya setelah pertarungan, menunjukkan ketidaksenangannya terhadap gaya bertarung Ian Garry. Ia memuji ketangguhan Makhachev, namun menilai Garry kurang agresif dalam menghadapi lawannya.
"Menurut saya, ini pendapat jujur, saya merasa malam ini memang berpotensi memunculkan kejutan besar," ujar Dana White.
"Ian adalah petarung berbakat, tapi seandainya saja dia punya sedikit saja naluri untuk menghabisi lawan di ronde kelima itu, yang mana dia sudah terus-menerus menghajar bagian tubuh sisi kanan, bertahan dari serangan takedown, dan wajah Islam sudah babak belur," tambahnya.
White juga mengkritik sikap Garry yang terlalu sering berpelukan dan bersalaman dengan Makhachev di tiap ronde, yang menurutnya berlebihan dan mengurangi intensitas pertarungan.
"Anda tidak seharusnya berpelukan dan bersalaman terus. Hal semacam itu benar-benar membuat saya kesal setengah mati saat ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan. Ada banyak permainan mental dalam olahraga ini," kata Dana White.
Dia menilai Garry seharusnya keluar dengan strategi lebih agresif pada ronde terakhir, seperti menggunakan serangan lutut terbang untuk mengakhiri pertarungan.
"Anda seharusnya keluar di ronde kelima itu dengan serangan lutut terbang atau sesuatu yang gila, lalu mencoba mengakhiri pertarungan. Ini adalah salah satu pertarungan yang nantinya akan membuat Ian berkata, 'sial, seandainya saja aku bisa mengulanginya lagi," ucapnya.
"Jika saja dia keluar dari sudut ring seperti banteng yang sedang mengamuk, mungkin pembicaraan kita saat ini akan berbeda," tambahnya.
Terakhir, Dana White menegaskan bahwa Islam Makhachev adalah petarung hebat yang pantas disebut sebagai GOAT (Greatest of All Time) karena penampilannya yang luar biasa pada laga tersebut.
"Islam adalah petarung hebat, sudah layak disebut sebagai GOAT (petarung terbaik sepanjang masa). Dia melakukan segalanya untuk menang hari ini," tutupnya.