Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS pada 21 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp17.748 per dolar AS pada Jumat, 21 Agustus 2026, di tengah pelemahan indeks dolar AS serta kebijakan moneter Bank Indonesia yang stabil. Penguatan ini terjadi di pasar valuta asing di Indonesia dan memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

Rupiah menguat Rp92 atau 0,52% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp17.840 per dolar AS. Kurs Jisdor pada 20 Agustus 2026 juga mencatat penguatan sebesar Rp65 menjadi Rp17.779 per dolar AS. Data ini menunjukkan tren penguatan rupiah yang cukup signifikan dalam dua hari terakhir.

Kebijakan Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% turut mendukung penguatan rupiah. Pelaksanaan kebijakan ini menjaga daya tarik aset rupiah dan mendorong masuknya arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia. Imbal hasil obligasi tenor 5 tahun juga turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir, memperlihatkan sentimen positif pasar terhadap instrumen keuangan domestik.

Kebijakan Moneter Bank Indonesia

Plt Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap fokus pada stabilitas mata uang dan memperluas skema insentif lindung nilai. Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak arus masuk dana asing sekaligus menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

"Kebijakan moneter akan terus berfokus pada mata uang dan memperluas skema insentif lindung nilai untuk menarik lebih banyak arus masuk dana," ujar Destry Damayanti.

Pelemahan Indeks Dolar AS

Indeks dolar AS turun 0,22% ke level 98,62 pada 20 Agustus 2026, setelah mengalami pelemahan dua hari berturut-turut. Penurunan indeks dolar ini mencerminkan melemahnya permintaan dolar AS secara global, yang berimbas positif pada penguatan mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Kurs BI

Selain rupiah, beberapa mata uang Asia juga menguat terhadap dolar AS, seperti ringgit Malaysia sebesar 0,39%, peso Filipina 0,26%, dan baht Thailand 0,21%. Sebaliknya, won Korea, yen Jepang, dan dolar Hong Kong mengalami pelemahan kecil.

Mata UangPergerakan (%)
Rupiah (IDR)+0,52
Ringgit Malaysia (MYR)+0,39
Peso Filipina (PHP)+0,26
Baht Thailand (THB)+0,21
Won Korea (KRW)-0,42
Yen Jepang (JPY)-0,09

Kurs transaksi Bank Indonesia per 21 Agustus 2026 pukul 09.01 WIB mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp17.867,90 dan kurs beli Rp17.690,10. Sementara kurs e-Rate di pasar menunjukkan harga beli Rp17.705 dan harga jual Rp17.755 per dolar AS.

Informasi Tambahan dan Risiko Pasar

Meski rupiah menguat, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada karena perdagangan instrumen keuangan dan kripto memiliki risiko tinggi dan harga dapat berfluktuasi secara cepat. Informasi ini penting bagi investor dan pelaku pasar valuta asing agar mengambil keputusan berdasarkan data resmi dan analisis mendalam.

"Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan," tulis sumber resmi pasar keuangan.
Update Kurs Rupiah 4 Agustus 2026 Kabar Siang | tvOneNews

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed