Oscar Bruzon Pimpin Bhayangkara FC Hadapi Super League 2026/27
FajarBali.co.id Bhayangkara FC melakukan perubahan besar dengan menunjuk Oscar Bruzon Barreras sebagai pelatih baru jelang Super League 2026/27, menggantikan Paul Munster, dilansir dari Bola.
Oscar Bruzon datang dengan rekam jejak sukses, termasuk membawa East Bengal juara Indian Super League musim lalu setelah penantian 22 tahun. Namun, ia memilih membangun fondasi tim secara bertahap tanpa menargetkan juara langsung.
Memasuki minggu ketiga latihan di Boyolali, Oscar mengaku puas dengan adaptasi pemain seperti Moussa Sidibe yang mulai memahami taktik baru.
"Saya merasakan bahwa tim semakin memahami ide bermain. Ada banyak perubahan dari gameplay tahun lalu. Pemain-pemain menyesuaikan diri dengan baik, intensitas latihan semakin meningkat," ujar Oscar pada 12 Agustus 2026.
Pelatih berusia 49 tahun itu memiliki reputasi besar di Asia Selatan, sukses meraih berbagai gelar di Maladewa dan Bangladesh sebelum membawa East Bengal juara di India.
"Manajemen sangat jelas ingin terus meningkatkan diri dan lebih dekat dengan posisi atas. Saya mengambil pekerjaan ini sebagai tantangan," kata Oscar.
Ia menegaskan tidak ingin memberi tekanan besar soal target juara dan fokus memperbaiki tim secara bertahap agar pemain mendapat kepercayaan diri.
Oscar juga menyadari persaingan ketat di liga dengan regulasi pemain asing yang membuat kompetisi semakin kompetitif, sekaligus menjadi tantangan bagi pemain lokal.
"Saya rasa ada banyak tim yang berusaha untuk mendapatkan posisi di top 3 tahun ini. Saya merasakan bahwa liga ini sangat kompetitif," jelasnya.
"Sebanyak 18 tim dengan 7 orang asing di lapangan. Saya merasakan bahwa ini adalah tantangan bagi pemain-pemain Indonesia untuk mendapatkan posisi di tim," tambah Oscar.
Terkait lawan di laga perdana melawan Persebaya Surabaya, Oscar memilih fokus pada latihan harian dan belum memikirkan pertandingan tersebut.
"Tantangan utama adalah latihan sehari-hari. Kami menantang dan meminta semua orang untuk menaikkan standar. Kami berfokus pada meningkatkan level, kemampuan, kepercayaan, dan pemahaman dari pemain-pemain," tegasnya.
"Sepuluh hari sebelum pertandingan, baru kami akan berpikir tentang Persebaya. Karena kami tahu mereka adalah tim yang matang dan memperlihatkan kontinuitas dari tahun lalu," tutup Oscar.