PSSI mengadopsi Laws of the Game terbaru di Super League 2026/27
FajarBali.co.id Departemen Wasit PSSI mengedukasi klub dan menyiapkan penerapan Laws of the Game musim 2026/27 untuk Super League 2026/27, setelah IFAB mengesahkan perubahan aturan. Pembekalan disampaikan sebelum kompetisi mulai, termasuk penyesuaian berbasis pengalaman pada Piala Dunia 2026, dilansir dari Detik Sport.
Menurut IFAB, dari 17 pasal Laws of the Game yang ditetapkan untuk kompetisi musim 2026/27, sebanyak 12 pasal mengalami beberapa perubahan, dilansir dari Detik Sport.
Workshop Departemen Wasit PSSI bersama media berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, Kamis (3/9/2026), dan materi aturan juga disiapkan agar bisa diterapkan di Super League yang akan segera dimulai, dilansir dari Detik Sport.
Beberapa perubahan aturan di Laws of the Game terbaru disebut sudah diterapkan di Piala Dunia 2026, termasuk larangan berbicara menutup mulut, pergantian maksimal 10 detik, lemparan ke dalam dan tendangan gawang maksimal 5 detik, serta penghapusan kartu kuning pada situasi Denial of an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO) bila prosesnya lewat advantage, dilansir dari Detik Sport.
"Dewan IFAB banyak mengubah aturan. Namun, poinnya, perhatian mereka, tempo dan alur permainan harus dipertahankan. Ini adalah poin yang sangat penting. Atau untuk mengurangi membuang-buang waktu atau penundaan," kata Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa.
Ogawa menekankan tujuan aturan agar permainan berjalan sesuai substansi sepakbola, dengan pengurangan aksi menunda-nunda.
"Yang satu ini, semua orang ingin melihat sepakbola yang sesungguhnya. Bukan aksi dari pemain yang menunda-nunda. Itulah sebabnya, jadi, ini adalah poin yang paling penting," ujarnya menambahkan.
PSSI juga tidak hanya membekali klub yang melibatkan pelatih, pemain, dan staf, melainkan menyiapkan wasit yang akan bertugas agar memahami serta menerapkan aturan terbaru, dilansir dari Detik Sport.
Wasit yang ditugaskan ke Super League harus memenuhi kriteria yang lebih ketat, dengan aspek fisik menjadi modal utama pemimpin pertandingan, dilansir dari Detik Sport.
"(Pelatihan) Dari akhir Juli hingga akhir Agustus, kami memiliki empat kategori wasit. Wasit, asisten wasit, yang bertugas di Liga Super, lalu Championship, dan kemudian (Liga) Nusantara, dan di bawahnya, serta (liga) wanita," ucap Yoshimi Oghawa.
Ia menjelaskan kursus intensif diselenggarakan untuk memastikan para wasit siap memimpin pertandingan.
"Kami menyelenggarakan kursus intensif untuk mereka. Meskipun mereka bukan seperti klub profesional, kami tidak bisa meminta mereka (berkumpul) setiap hari. Tetapi kami menyelenggarakan kursus ini untuk mereka, yang berarti mereka siap untuk memimpin pertandingan," tuturnya.