Pesantren di Jombang dan Ciamis Terjemahkan Kitab Kuning ke Bahasa Inggris
FajarBali.co.id Pada 31 Agustus 2026, Pondok Pesantren di Jombang dan Ciamis memperkuat pendidikan agama dengan menerjemahkan kitab kuning ke dalam bahasa Inggris. Inovasi ini bertujuan memperluas pemahaman santri terhadap ilmu agama dan bahasa asing secara bersamaan di lingkungan pesantren.
Di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar, Jombang, sekitar 80 santri mengikuti pengajian kitab kuning setiap hari menggunakan metode dua bahasa, Arab dan Inggris. Metode ini mulai diterapkan pada Ramadan 1445 H/2024 untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif dan global.
Selain itu, Pondok Pesantren Raudhatul Irfan di Ciamis juga aktif menerjemahkan 10 kitab kuning ke bahasa Inggris, meliputi fiqih, tauhid, akhlak, tafsir, dan hadits dengan metode khusus bernama Irfani. Pesantren yang berdiri sejak 17 Juli 2017 ini memiliki sekitar 250 santri dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sumatera, Sulawesi, dan Jabodetabek.
Kurikulum dan Penghargaan
Pesantren Raudhatul Irfan menggabungkan kurikulum nasional dan Cambridge, menciptakan atmosfer bilingual dengan bahasa Arab dan Inggris. Upaya ini mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 2021 dalam kategori Pesantren Juara dan Ulama Juara.
Metode Pengajaran di Pesantren Lain
Pondok Pesantren Al-Aqobah di Desa Kwaron, Jombang, mengajarkan kitab kuning menggunakan tiga bahasa sekaligus: Inggris, Indonesia, dan Arab, memperkuat kemampuan bahasa santri secara efektif. Sementara itu, di MA Al-Mubarokah Karangmangu, Cirebon, siswa menunjukkan kemampuan menguasai kitab kuning dan bahasa Inggris secara fasih dalam acara Akhirussanah pada Mei 2025.
Manfaat dan Tantangan Pembelajaran Bilingual Kitab Kuning
Pengajian kitab kuning dengan bahasa Inggris memberikan manfaat signifikan dalam memperluas pemahaman sumber agama sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa asing santri. Metode ini membantu santri memahami teks Arab klasik dan konteksnya dengan lebih mudah melalui terjemahan yang akurat.
Menurut salah satu pengasuh pesantren di Jombang, "Metode dua bahasa ini membuat santri tidak hanya menguasai ilmu agama secara mendalam, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni."
Data Perbandingan Peserta dan Kitab yang Diajarkan
| Pesantren | Jumlah Santri | Kitab Kuning yang Diterjemahkan | Bahasa Pengantar |
|---|---|---|---|
| Al-Aziziyah Denanyar, Jombang | 80 | Beberapa kitab | Arab dan Inggris |
| Raudhatul Irfan, Ciamis | 250 | 10 kitab (fiqih, tauhid, akhlak, tafsir, hadits) | Arab dan Inggris |
| Al-Aqobah, Jombang | - | Kitab kuning | Indonesia, Arab, Inggris |
Pengalaman Santri dan Adaptasi Kurikulum
Santri di pesantren-pesantren tersebut menggambarkan pengalaman belajar kitab kuning dan bahasa Inggris sebagai proses yang saling melengkapi. Mereka dapat memahami ajaran agama sekaligus meningkatkan keterampilan bahasa asing yang sangat penting di era global.
Penggabungan kitab kuning dan bahasa Inggris di pesantren juga didukung oleh adopsi kurikulum nasional dan internasional, yang memperkuat kesiapan santri menghadapi pendidikan lanjutan dan tantangan dunia kerja.