PSSI dan I.League Luncurkan Indonesia Women's League dengan Format Triple Round-Robin
FajarBali.co.id Indonesia Women's League (IWL) resmi diluncurkan oleh PSSI dan I.League sebagai kompetisi sepak bola putri yang diikuti enam klub dari Jabodetabek.
Kompetisi menggunakan format triple round-robin, sehingga setiap tim akan bertanding minimal 15 kali dalam satu musim. Empat tim teratas berhak melanjutkan ke babak semifinal dan final, memperpanjang jumlah pertandingan.
CEO IWL Teddy Tjahjono mengatakan, "Jadi paling tidak setiap klub akan bermain 15 kali selama satu season, kemudian dilanjutkan dengan babak semi-final dan final. Jadi itu adalah minimum menit bermain yang dimiliki oleh masing-masing klub untuk musim pertama ini."
Kompetisi dimulai pada 17 Oktober 2026 dengan laga pembuka antara Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Pertandingan dijadwalkan setiap akhir pekan untuk mengakomodasi para pemain yang masih berstatus pelajar di sekolah maupun universitas. Kompetisi ini akan berlangsung sekitar tiga bulan dan berakhir pada Januari 2027.
Talent pool pemain sepak bola putri Indonesia dibagi secara merata dengan sistem grading A dan B, yang diputuskan melalui undian bersama pemilik klub agar tidak terjadi ketimpangan kualitas pemain antar klub.
"Kami sudah beberapa kali meeting dengan owners club untuk menyepakati grading. Termasuk akhirnya kami undi sistem grading. Jadi undian dilakukan bersama-sama," ujar Teddy.
Setiap klub juga diizinkan mendaftarkan hingga empat pemain asing, termasuk pemain diaspora putri dari luar negeri. Saat ini, ada dua pemain diaspora yang bergabung, yaitu Isabelle Nottet dan Estella Loupatty.
Komisaris IWL Vivin Cahyani Sungkono mengatakan, "Kami memberikan regulasi di setiap klub itu boleh ada empat pemain asing. Nah kebetulan kalau season pertama ini baru ada dua pemain diaspora yang bergabung. Saya tahu butuh waktu untuk meyakinkan mereka mau join di liga putri kita."
Dalam hal pendanaan, I.League telah menyiapkan skema subsidi untuk klub peserta, sementara PSSI menghibahkan dana kontribusi sebesar Rp 24 miliar untuk mendukung klub dan operasional liga.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyatakan, "Kami di I.League berkomitmen penuh memastikan IWL berjalan profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi yang proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kompetisi dengan sehat secara finansial."