Satria Legawa Pro Championship 2026 Dimulai di Jakarta dengan 1.153 Peserta

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kejuaraan panahan Satria Legawa Pro Championship 2026 resmi dibuka di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Ajang ini diikuti oleh 1.153 peserta yang terdiri dari atlet dan official dari dalam dan luar negeri.

Kejuaraan berlangsung hingga 25 Agustus 2026, dengan 884 atlet Indonesia dari 126 klub panahan di berbagai daerah dan 78 atlet asing dari enam negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kanada, Prancis, dan Hong Kong. Selain itu, terdapat 191 official yang mendukung jalannya kompetisi, memberikan atmosfer kompetisi yang berbeda dan kesempatan bagi atlet Indonesia mengukur kemampuan mereka.

Tokoh penting yang hadir dalam pembukaan acara ini antara lain Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Edwin dan legenda panahan Indonesia Nurfitriyana Saiman. Nurfitriyana diharapkan dapat memberikan motivasi kepada atlet muda untuk berprestasi hingga level Olimpiade.

Aster Kasau Marsda TNI Palito Sitorus, mewakili KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, menegaskan bahwa ajang ini menjadi bukti komitmen TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam mendukung perkembangan olahraga nasional. "Pada hari ini pagi tadi kita sudah sama-sama menyaksikan pembukaan panahan dari Satria Legawa. Tadi sudah disampaikan Ketua Panitia bahwa ke depan kegiatan panahan ini akan kita jadikan kalender tahunan," ujar Palito.

Menurut Palito, kompetisi ini penting untuk membangun fondasi prestasi atlet yang harus dimulai dari kegiatan yang terencana dan berkelanjutan. "Ini adalah suatu ajang yang bukan hanya sebatas pertandingan, tapi merupakan suatu tahapan bagaimana memulai kegiatan-kegiatan dalam pertandingan yang harus dipersiapkan sejak dini," tambahnya.

Palito berharap ajang ini dapat memacu semangat atlet agar terus berkembang dan menjadi andalan Indonesia di dunia panahan. "Ini yang kita harapkan supaya atlet-atlet kita mempunyai semangat, mempunyai prestasi yang bisa kita andalkan nanti di dunia panahan," tuturnya.

Lebih lanjut, Palito menjelaskan bahwa komitmen TNI AU terhadap olahraga juga mencakup cabang lain seperti judo, pencak silat, dan taekwondo. TNI AU juga aktif menggelar pertandingan internasional di berbagai daerah dan memiliki perhatian khusus terhadap olahraga dirgantara.

"Angkatan Udara juga konsen. Mungkin rekan-rekan dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut juga mempunyai program yang sama. Bukan hanya panahan saja, tetapi ada beberapa cabang olahraga," kata Palito.

Untuk panahan, TNI AU berencana memperkuat pembinaan karena melihat potensi besar atlet Indonesia dan fasilitas yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk pengembangan olahraga ini. "Kita gali lagi bahwa panahan ini memang harus kita kembangkan lagi karena kita juga punya atlet-atlet dulu. Kelihatannya ini perlu kita-up lagi sehingga nanti ke depan bisa menjadi atlet-atlet yang bisa kita andalkan," jelas Palito.

Palito juga menyampaikan kemungkinan kompetisi serupa diadakan di berbagai daerah dengan memanfaatkan pangkalan udara milik TNI AU sebagai lokasi pengembangan olahraga. "Ke depan mungkin bukan hanya di sini saja. Kita juga banyak Lanud atau pangkalan-pangkalan. Mungkin kita bisa melihat bagaimana perkembangan olahraga di daerah-daerah yang kemudian kita kembangkan di sana juga," ujarnya.

Berita ini dilansir dari Detik Sport.

Editors Team
Daisy Floren