Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam, setelah tampil kurang maksimal di beberapa posisi, terutama penjaga gawang Nadeo Argawinata.

Gol cepat dari Vietnam dicetak oleh Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long pada menit ke-6 dan ke-15, sementara gol ketiga dicetak oleh Nguyen Xuan Son pada menit ke-71, yang memastikan kemenangan telak bagi Vietnam.

Penampilan Nadeo menjadi sorotan karena kebobolan dua gol dalam 15 menit pertama dan beberapa kesalahan saat membangun serangan yang membuat tim kehilangan momentum.

Namun, pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menilai Nadeo tidak pantas dijadikan kambing hitam atas kekalahan tersebut.

"Nadeo Argawinata tidak bisa dijadikan satu-satunya penyebab kekalahan Indonesia. Memang kebobolan tiga gol bukan hasil yang diinginkan, tetapi banyak situasi yang terjadi karena lemahnya organisasi pertahanan tim secara keseluruhan," ujar Luciano kepada Bola.com.

Menurutnya, Nadeo sudah berusaha maksimal melakukan penyelamatan, tetapi tekanan dari pertahanan yang rapuh membuat tugas kiper menjadi sangat berat.

"Saya melihat Nadeo tetap berusaha memberikan rasa aman di bawah mistar dan melakukan beberapa penyelamatan. Namun, ketika lini belakang terlalu mudah ditembus dan transisi bertahan berjalan lambat, tugas seorang penjaga gawang menjadi jauh lebih sulit," lanjutnya.

Luciano menegaskan bahwa evaluasi kekalahan harus melibatkan seluruh tim dan tidak hanya fokus pada penjaga gawang.

"Seorang kiper memang harus siap menyelamatkan tim pada momen-momen penting. Di sisi lain, ia juga membutuhkan perlindungan dari para pemain bertahan," kata pelatih asal Brasil tersebut.

"Dalam pertandingan ini, Vietnam mampu menciptakan terlalu banyak ruang dan peluang berbahaya sehingga tekanan terhadap Nadeo sangat besar. Jadi menurut saya, evaluasi tidak boleh hanya tertuju kepada penjaga gawang."

"Kekalahan ini adalah tanggung jawab seluruh tim. Indonesia harus memperbaiki koordinasi lini belakang, transisi bertahan dan komunikasi antarpemain agar situasi seperti ini tidak terulang pada pertandingan berikutnya," sambungnya.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed