UEFA melanjutkan proses pidana terhadap FIFA dan Infantino

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id UEFA melanjutkan proses hukum pidana terhadap FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, terkait rencana penjualan sebagian kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya, menurut dilansir dari Bola dan laporan BBC Sport. UEFA sebelumnya mencabut ancaman boikot turnamen-turnamen FIFA di masa mendatang, namun kini meminta akses terhadap bukti dan dokumen yang akan dipakai dalam proses pidana tersebut, sebagaimana ditulis BBC Sport. UEFA menilai Infantino merancang skema demi keuntungan pribadi dan investor swasta, serta menyebut rencana itu berpotensi merugikan FIFA, para anggotanya, dan pihak lain dalam ekosistem sepak bola, menurut dokumen yang diperoleh BBC Sport.

UEFA menuding proses persetujuan internal FIFA dilakukan secara terburu-buru, dengan Infantino mendorong rencana tersebut hanya beberapa hari sebelumnya dalam pertemuan yang digelar cepat, sebagaimana tertulis dalam dokumen UEFA.

"Infantino mendorong rencana tersebut melalui persetujuan internal FIFA hanya beberapa hari sebelumnya dalam sebuah pertemuan yang digelar secara terburu-buru," demikian bunyi dokumen UEFA. UEFA juga menyatakan nilai penjualan saham yang direncanakan terlalu rendah karena tidak pernah diverifikasi secara independen, dan menyebut angka itu tidak dihasilkan melalui lelang terbuka serta tidak diuji penilai independen, menurut dokumen tersebut.

UEFA memperkirakan para investor berpotensi memperoleh kepentingan finansial permanen dalam unit komersial FIFA senilai 4,2 miliar dolar AS, yang menurut UEFA mengimplikasikan nilai perusahaan sekitar 20 miliar dolar AS, sebagaimana tertulis dalam dokumen UEFA. "Para investor itu berpotensi memperoleh kepentingan finansial permanen dalam unit komersial FIFA senilai 4,2 miliar dolar AS, yang mengimplikasikan nilai perusahaan hanya sekitar 20 miliar dolar AS," tulis UEFA.

UEFA menilai rencana itu berpotensi merugikan 55 asosiasi anggota dan kini mengajukan permohonan ke pengadilan di Florida, Amerika Serikat, untuk memperoleh berkas hukum yang dapat digunakan dalam proses pidana di Swiss, menurut dilansir dari Bola. Dalam dokumen UEFA, rencana menempatkan hak komersial Piala Dunia putra dan putri serta Piala Dunia Antarklub ke dalam anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) diumumkan Infantino pada 28 Juli 2026, menurut dokumen yang disebut BBC Sport. UEFA menegaskan rencana itu dikembangkan secara rahasia selama lebih dari satu tahun sebelum diumumkan kepada publik dan disebut tanpa konsultasi dengan Dewan FIFA, UEFA, konfederasi lain, maupun 211 asosiasi anggota FIFA, sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed