Aleksander Ceferin Tolak Jadi Presiden FIFA Meski Digadang Pengganti Infantino
FajarBali.co.id Aleksander Ceferin menolak tawaran untuk menjadi Presiden FIFA meski namanya digadang sebagai pengganti Gianni Infantino yang posisinya tengah terancam, dilansir dari Detik Sport.
Gianni Infantino tengah menghadapi krisis kepercayaan setelah rencana menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta dibatalkan. Beberapa konfederasi seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF mendesak Infantino mundur dari jabatannya.
Infantino kini berusaha menggalang dukungan dari berbagai federasi agar tetap memimpin FIFA. Namun, UEFA yang memiliki posisi tawar kuat dikabarkan telah memiliki calon pengganti, termasuk Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dan Aleksander Ceferin.
Meski didorong untuk maju dalam pemilihan presiden FIFA, Ceferin dengan tegas menolak tawaran tersebut karena ia masih ingin fokus pada tugasnya sebagai Presiden UEFA dan menjaga kredibilitasnya.
"Saya tidak tertarik (menjadi presiden FIFA)," ujar Ceferin dalam acara podcast The Reds is Politics.
"Alasan pertama adalah saya cinta UEFA dan saya senang bekerja di sini, dan saya merasa masih bisa menikmati hidup di posisi tersebut," tambahnya.
Ceferin juga menegaskan keinginannya untuk menjaga kredibilitas sebagai pejabat sepak bola yang tinggi.
"Yang kedua adalah saya ingin menjaga kredibilitas saya. Semakin tinggi kredibilitas saya, maka semakin saya tidak tertarik dengan posisi itu," ujar Ceferin.