Apple Tetapkan Produksi iPhone 17 di India Gantikan China Mulai 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Apple resmi memproduksi seluruh lini iPhone 17 di India sejak Agustus 2026, menggantikan China sebagai basis utama perakitan. Langkah ini berlaku khusus untuk iPhone 17 yang dijual di Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi Apple untuk menghindari tarif impor dan memperkuat manufaktur globalnya.

Pemindahan produksi ini dipengaruhi oleh kebijakan tarif impor AS yang sebelumnya membebani produk dari China serta dorongan untuk diversifikasi manufaktur. Apple juga menyiapkan penerus iPhone 16E untuk diproduksi di India, memperkuat peran negara tersebut sebagai pusat produksi utama.

Foxconn, mitra utama Apple dalam perakitan iPhone, tetap menjadi pemain sentral dengan sekitar 300 ribu pekerja di berbagai lokasi, terutama di China dan India. Meski China masih memproduksi sekitar 85% iPhone dunia, Apple mulai menggeser sebagian besar produksinya ke India dengan alasan efisiensi dan kebijakan perdagangan.

Ketegangan dagang antara AS dan China memicu pengenaan tarif impor hingga 25% pada produk elektronik, termasuk iPhone yang dibuat di luar AS. Namun, ekspor iPhone dari India ke AS saat ini tidak dikenai tarif, sehingga Apple memperoleh keuntungan finansial dengan memindahkan produksi ke India.

Berdasarkan laporan Kompas, Apple diperkirakan harus membayar tarif impor sebesar USD 1,1 miliar pada kuartal ini jika tetap mengandalkan produksi di China. Kondisi ini menjadi faktor utama dalam keputusan strategis perusahaan.

Ancaman Tarif dari Pemerintahan Trump

Pemerintahan Donald Trump pernah mengancam menambah tarif 25% bagi iPhone yang dijual di AS tetapi diproduksi di negara lain selain AS. Meski demikian, realisasi tarif tersebut belum diterapkan pada produk dari India, memberikan celah bagi Apple untuk memperluas produksi di negara ini tanpa beban tarif tambahan.

Perbandingan Produksi iPhone di AS dan China

Apple telah berinvestasi lebih dari USD 500 miliar secara global dan menambah USD 100 miliar khusus untuk produksi di AS. Namun, produksi iPhone di AS menghadapi tantangan besar, termasuk biaya tinggi dan kompleksitas manufaktur. Studi dari detik.com menyebutkan bahwa kualitas dan efisiensi produksi iPhone di China masih lebih unggul dibandingkan di AS.

Harga estimasi iPhone yang dibuat di AS bisa melonjak hingga USD 3.500 per unit, jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini. Sebaliknya, produksi di China dan India memungkinkan harga yang lebih kompetitif di pasar global.

Kompleksitas Rantai Pasok iPhone

Komponen iPhone berasal dari sekitar 40 negara berbeda, menjadikan proses perakitan sangat kompleks. Foxconn mengelola fasilitas besar dengan ratusan ribu pekerja agar dapat memenuhi permintaan pasar global.

Perpindahan pusat produksi dari China ke India ini juga didukung oleh kemampuan India dalam menyediakan tenaga kerja terampil dan regulasi yang mendukung investasi manufaktur.

Reaksi dan Prospek Kedepan

Menurut data yang dihimpun, langkah Apple ini akan semakin memperkuat posisi India sebagai hub teknologi manufaktur dunia, sekaligus menurunkan ketergantungan pada China. Apple juga terus mengembangkan kapasitas produksi di India untuk model-model iPhone selanjutnya.

"Memindahkan produksi iPhone 17 ke India adalah langkah strategis untuk menghadapi dinamika tarif dan memperkuat rantai pasok global kami," ujar analis industri teknologi yang dikutip dari Kompas.

Meski demikian, China tetap menjadi pemain kunci dalam produksi elektronik global, dan Apple diperkirakan akan menjaga sebagian produksi serta komponen di sana untuk menjaga kestabilan pasokan.

Mengapa iPhone Dibuat di China | Apple Explained

Editors Team
Daisy Floren