Enzo Maresca Hadapi Tekanan Usai Kekalahan Telak Manchester City

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Enzo Maresca menghadapi tekanan berat setelah Manchester City mengalami kekalahan 0-3 dari Arsenal dalam laga Community Shield yang berlangsung di Cardiff, Minggu malam lalu, sebagai persiapan musim 2026/2027.

Kekalahan telak tersebut membuat posisi Maresca mulai dipertanyakan, terutama setelah performa tim yang dianggap berantakan saat bertahan.

Alex Crook, koresponden sepak bola utama talkSPORT, memperkirakan Maresca bisa menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya di Premier League musim ini.

"Saya tidak ingin bereaksi berlebihan terhadap apa yang kami lihat di Cardiff pada Minggu, tetapi jika saya seorang penggemar Manchester City, saya akan sangat mengkhawatirkan Enzo Maresca," ujar Crook.

"Saya pikir ada alasan kuat untuk mengatakan Maresca akan menjadi pelatih pertama yang pergi musim ini," tambahnya.

Crook juga menyebut nama pelatih lain yang berpotensi menghadapi tekanan, seperti Alvaro Arbeloa di Fulham dan Regis Le Bris di Sunderland, namun ia menilai Maresca berada dalam posisi yang paling rawan.

Menurut Crook, Maresca beruntung mendapat kesempatan menggantikan Pep Guardiola di Man City, meski rekam jejaknya sebelum bergabung dengan klub tidak sepenuhnya meyakinkan.

Maresca sebelumnya membawa Leicester City juara Championship, namun gaya bermain timnya kurang disukai suporter. Di Chelsea, meski meraih Piala Dunia Antarklub dan Conference League 2025, performa Chelsea sempat terancam gagal lolos Liga Champions dan ia menghadapi masalah dengan manajemen serta penggemar.

Kini, Maresca memimpin Man City yang ditinggalkan Guardiola, namun Crook meragukan kekuatan skuad yang diwarisinya karena sejumlah pemain penting telah pergi, termasuk John Stones, Bernardo Silva, dan Rodri.

Crook mengingatkan bahwa Man City gagal juara Premier League ketika Rodri cedera dalam dua musim terakhir. Ia juga menyoroti kemungkinan penjualan Omar Marmoush dan kekurangan pelapis striker untuk Erling Haaland.

Di sisi lain, Man City berusaha mendatangkan gelandang muda Ayyoub Bouaddi dan kemungkinan Enzo Fernandez, meski transfer tersebut berpotensi membawa tekanan tambahan bagi Maresca. Maresca juga menginginkan Pedro Neto, namun Crook mempertanyakan apakah pemain tersebut bisa menjadi peningkatan signifikan.

"Menurut saya, ini terlihat seperti tim Manchester City yang biasa-biasa saja," kata Crook.

Crook mengakui salah dalam prediksinya sebelumnya yang menempatkan Man City di posisi kedua klasemen akhir Premier League dan kini meragukan prediksi tersebut setelah melihat hasil melawan Arsenal.

Selain kualitas skuad, Crook mempertanyakan karakter Maresca yang terlihat santai dan kurang menunjukkan intensitas seperti Guardiola di pinggir lapangan.

"Maresca seperti 'Temu KW'," ujar Crook, menyebutnya sebagai versi yang dianggap lebih murah dibanding Guardiola.

Man City akan memulai Premier League musim ini melawan Bournemouth di kandang, yang menurut Crook adalah pertandingan sulit karena Bournemouth kini ditangani Marco Rose yang memiliki aura kepemimpinan lebih kuat dan pengalaman lebih banyak.

Jika Man City kembali tampil buruk, tekanan terhadap Maresca diprediksi meningkat, terutama jika permainan tim tidak membaik.

Crook juga menyinggung perbedaan gaya permainan antara Maresca dan Guardiola, seperti posisi Nico O'Reilly yang lebih dalam saat melawan Arsenal.

Faktor tekanan lain adalah sikap pemilik Man City yang tidak sabar terhadap hasil biasa-biasa saja. Guardiola mendapat waktu lama karena terus memenangkan trofi, berbeda dengan pendahulunya Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini yang dipecat setelah hasil buruk.

"Pemilik Manchester City tidak akan menerima hasil yang biasa-biasa saja musim ini. Itulah alasan saya menganggap Enzo Maresca bisa menjadi pelatih pertama yang berada di ujung tanduk," ujar Crook, seperti dilansir dari Bola.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed