Erick Thohir Dukung Gianni Infantino Pimpin FIFA Periode Baru
FajarBali.co.id Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang akan maju kembali dalam pemilihan presiden FIFA periode 2027-2031, meski Infantino menghadapi kontroversi terkait rencana menjual saham Piala Dunia.
PSSI berharap FIFA tetap dipimpin oleh Infantino demi kelanjutan transformasi sepak bola nasional Indonesia dan pelaksanaan berbagai kompetisi internasional seperti FIFA World Cup U-17 2023, FIFA Series 2026, dan FIFA ASEAN Cup 2026, yang telah memberi kepercayaan besar kepada Indonesia, dilansir dari Detik Sport.
"Indonesia telah merasakan langsung komitmen Presiden FIFA Gianni Infantino dalam mendukung transformasi sepak bola nasional. Dari berbagai program pengembangan, peningkatan kapasitas, pendampingan FIFA yang membantu mempercepat transformasi sepak bola Indonesia hingga kepercayaan untuk Indonesia menggelar kompetisi level dunia seperti FIFA World Cup U-17 2023, FIFA Series 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026," ujar Erick Thohir pada Rabu (5/8) dini hari WIB.
Erick menegaskan bahwa dengan kolaborasi dan kepercayaan yang sudah terbangun selama ini, PSSI mendukung penuh Infantino untuk kembali memimpin FIFA.
"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," ucap Erick Thohir.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa FIFA akan terus menjadi organisasi yang melayani seluruh anggota asosiasi sepak bola dan mendorong perkembangan olahraga ini secara global.
"Saya percaya FIFA akan terus menjadi organisasi yang melayani seluruh Member Associations, memperkuat solidaritas, dan mendorong perkembangan sepak bola agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh dunia," tutup Erick Thohir.
Wacana yang dilontarkan Infantino terkait penjualan saham Piala Dunia pekan lalu mendapat kecaman dari banyak anggota FIFA, namun Indonesia menjadi pengecualian dengan sikap mendukung.
Banyak konfederasi sepak bola dunia seperti AFC, UEFA, CONCACAF, dan CONMEBOL menolak rencana tersebut karena dianggap kurang transparan dan mengabaikan suara suporter.
Setelah penolakan luas, rencana penjualan saham Piala Dunia itu tidak diteruskan oleh FIFA. Namun, posisi Infantino sebagai Presiden FIFA terancam karena banyak asosiasi mulai menarik dukungan menjelang pemilihan presiden FIFA baru yang akan berlangsung pada Maret 2027 mendatang.