Gianni Infantino Bantah Tuduhan Pengaturan Pesangon Mantan Pegawai UEFA
FajarBali.co.id Presiden FIFA, Gianni Infantino, membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya mengatur pembayaran pesangon kepada seorang mantan pegawai UEFA yang diduga pernah menjalin hubungan dengannya saat Infantino menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA, dilansir dari Bola.
Pembayaran tersebut dikabarkan berada di kisaran enam digit dan dilakukan oleh UEFA saat pegawai itu meninggalkan organisasi. UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran tersebut, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah atau mekanisme pembayarannya.
FIFA menyatakan bahwa tuduhan itu sama sekali tidak benar dan menegaskan tidak pernah menerima laporan resmi mengenai dugaan perilaku tidak pantas yang melibatkan Infantino selama bekerja di UEFA maupun setelah menjabat sebagai Presiden FIFA.
"Presiden FIFA Gianni Infantino dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Tuduhan itu sama sekali tidak benar," ujar pernyataan resmi FIFA.
Konteks ini terjadi di tengah tekanan yang meningkat terhadap Infantino akibat kontroversi lain, seperti rencana FIFA melepas sebagian kepemilikan dalam beberapa kompetisi yang mendapat penolakan dari asosiasi sepak bola di Eropa.
Tekanan terhadap Infantino semakin kuat dengan adanya penolakan tersebut dan beberapa negara yang mempertimbangkan sikap terhadap kompetisi di bawah FIFA. Setelah reaksi luas, FIFA pun meminta maaf dan mengubah sikapnya.
Namun, beberapa federasi sepak bola masih mempertanyakan kepemimpinannya menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Federasi Sepak Bola Inggris bahkan disebut menarik dukungan terhadap Infantino.
Selain masalah internal FIFA, hubungan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga menjadi sorotan, terutama saat Trump mengaku meminta Infantino mengintervensi kartu merah yang diterima penyerang Timnas AS, Folarin Balogun, sehingga Balogun tetap bisa bermain di babak 16 besar.
Rangkaian kontroversi ini menambah tekanan pada Infantino yang kini harus menghadapi tuduhan baru terkait pembayaran pesangon mantan pegawai UEFA. Ia masih menjabat sebagai Presiden FIFA dan diperkirakan akan menghadapi dinamika politik yang semakin ketat menjelang pemilihan presiden organisasi sepak bola dunia tahun depan.