Gianni Infantino Hadapi Tekanan Mundur dari Presiden FIFA karena Kontroversi Hak Komersial
FajarBali.co.id Gianni Infantino menghadapi tekanan untuk mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah rencananya menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu kontroversi, dilansir dari Bola.
Apabila tidak mundur dalam beberapa pekan atau bulan ke depan, masa jabatan Infantino akan tetap menjadi sorotan menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027. Hingga kini belum ada kandidat resmi yang menyatakan menantangnya, sementara dalam pemilihan 2019 dan 2023 Infantino terpilih tanpa lawan.
Infantino, berusia 56 tahun, mengambil alih posisi Presiden FIFA dari Sepp Blatter setelah skandal korupsi pada 2015. Ia juga mengubah aturan yang memungkinkan dirinya mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dan berpotensi memimpin FIFA hingga 2031.
Di tengah polemik tersebut, penasihat senior FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mundur. UEFA disebut tengah mempersiapkan kandidat untuk menantang Infantino pada pemilihan tahun depan.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menjadi salah satu kandidat potensial. Ceferin beberapa kali berselisih dengan FIFA dan menyuarakan kritik, termasuk soal pembatalan kartu merah Folarin Balogun. Ia bahkan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026, meski Spanyol tampil di laga tersebut.
"Saya bersedia maju apabila memang dibutuhkan dan tidak ada kandidat lain," ujar Ceferin, yang nyaman memimpin UEFA sejak 2016 dan diperkirakan melanjutkan masa jabatannya hingga 2031.
Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi, juga disebut berpeluang menantang Infantino. Selain memimpin PSG, ia juga memimpin European Football Clubs dan dikenal menentang pembentukan Liga Super Eropa pada 2021. Namun, perwakilannya menegaskan Al Khelaifi tidak memiliki ambisi menjadi Presiden FIFA.
Mantan manajer Arsenal dan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, juga masuk daftar kandidat. Dengan pengalaman panjang dan posisinya di FIFA, Wenger dinilai memiliki peluang jika mendapat dukungan cukup.
Presiden Concacaf, Victor Montagliani, juga disebut sebagai kandidat potensial. Masa jabatannya sebagai Presiden Concacaf akan berakhir tahun depan, dan ia sedang mengupayakan masa jabatan berikutnya, namun ada kemungkinan maju dalam pemilihan Presiden FIFA.
Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Salman bin Ibrahim Al Khalifa, juga termasuk yang disebut kandidat. AFC menolak rencana penjualan hak komersial Piala Dunia. Salman yang juga Wakil Presiden Senior Dewan FIFA, mengkritik langkah Infantino dan akan menghadapi pemilihan di konfederasinya bersamaan dengan pemilihan Presiden FIFA.