Harga Sembako Hari Ini Naik di Beberapa Daerah Akibat Kenaikan BBM
FajarBali.co.id Harga sembako pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mengalami kenaikan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama terdampak oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan yang ikut melonjak. Kondisi ini langsung memengaruhi daya beli masyarakat di daerah-daerah seperti Jawa Timur dan beberapa kota besar lainnya.
Berdasarkan data terkini dari Econiq.id yang menggabungkan harga pasar, patokan pemerintah dari SP2KP Kemendag di 34 provinsi, serta kurs JISDOR Bank Indonesia, harga sembako tercatat naik secara real-time setiap jam. Kenaikan ini terutama terlihat pada komoditas utama seperti beras dan minyak goreng, meskipun beberapa jenis sembako seperti tomat dan kentang masih relatif stabil harganya.
Menurut laporan dari hargacampur.com, minyak goreng berbagai kemasan menunjukkan harga sebagai berikut: minyak goreng pouch 1 liter merek Avena Rp12.000, minyak goreng botol 1000 ml Bimoli Rp14.800, dan minyak goreng jerigen 5 liter Sania Rp67.000. Kenaikan harga ini cukup signifikan dibandingkan bulan lalu, seiring dengan penyesuaian tarif transportasi dan BBM.
Harga Beras di Jawa Timur
Di Jawa Timur, harga beras kualitas bawah saat ini berkisar Rp10.500 hingga Rp12.000 per kilogram di pasar tradisional, naik sekitar 3% dibandingkan pekan lalu. Data dari Siskaperbapo Jatim menunjukkan tren kenaikan ini dipengaruhi oleh pasokan yang mulai berkurang akibat cuaca kurang mendukung di daerah sentra produksi.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga
Kenaikan harga sembako yang terjadi saat ini banyak dipicu oleh kenaikan BBM yang menyebabkan naiknya biaya logistik dan tarif angkutan barang. Selain itu, faktor musim yang menyebabkan gangguan pasokan bahan pangan turut memengaruhi harga di pasar. Menurut analisis dari hargakomoditas.com, kenaikan tarif angkutan yang berimbas pada distribusi barang menjadi salah satu faktor utama kenaikan harga sembako.
Dampak dan Respon Pasar
Lonjakan harga sembako berdampak langsung pada daya beli masyarakat terutama golongan menengah ke bawah yang mengandalkan pasar tradisional. Beberapa daerah merespon kondisi ini dengan menggelar operasi pasar murah untuk menstabilkan harga barang kebutuhan pokok.
"Kami terus memantau harga sembako di pasar tradisional agar tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat di tengah kenaikan tarif angkutan dan BBM," ujar kepala pasar Klewer, Manisrenggo.
Harga Sembako Stabil dan Turun
Meski demikian, beberapa jenis bahan pokok seperti tomat dan kentang masih menunjukkan harga yang stabil. Hal ini memberikan sedikit keringanan bagi konsumen yang membutuhkan bahan tersebut dalam konsumsi harian.
| Jenis Sembako | Harga (Rp/kg atau liter) | Keterangan |
|---|---|---|
| Beras Kualitas Bawah | 10.500 - 12.000 | Jawa Timur, naik 3% |
| Minyak Goreng Pouch 1 Ltr (Avena) | 12.000 | Stabil |
| Minyak Goreng Botol 1000 ml (Bimoli) | 14.800 | Naik |
| Minyak Goreng Jerigen 5 Ltr (Sania) | 67.000 | Naik signifikan |
| Tomat | Stabil | Harga tidak berubah |
| Kentang | Stabil | Harga tidak berubah |
Harga sembako yang terus diperbarui setiap jam oleh berbagai platform data diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah memantau pergerakan pasar secara real-time. Upaya stabilisasi harga juga akan terus dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat di tengah dinamika harga yang terjadi.
"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."