Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 6 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar AS di empat bank besar Indonesia yaitu BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI pada Kamis, 6 Agustus 2026, menunjukkan penguatan sejalan dengan tren positif nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar keuangan domestik. Penguatan kurs ini memberi dampak langsung pada transaksi valuta asing di masing-masing bank tersebut di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Kurs Dolar di Bank BCA

Pada 6 Agustus 2026, kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA) tercatat berada pada kisaran beli Rp17.925 sampai Rp17.950 dan jual Rp17.945 sampai Rp17.970. Angka ini menunjukkan penguatan jika dibandingkan dengan harga e-rate BCA pada 1 Agustus 2026 yang beli Rp17.990 dan jual Rp18.080.

Kurs Dolar di Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan kurs dolar dengan special rate beli sekitar Rp17.970 dan jual Rp18.000 pada tanggal yang sama. Posisi ini sedikit lebih rendah dibandingkan special rate tanggal 1 Agustus yang beli Rp18.040 dan jual Rp18.070, namun tetap mencerminkan penguatan rupiah secara umum terhadap dolar AS.

Kurs Dolar di Bank BRI dan BNI

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan kurs beli dolar sekitar Rp18.013 dan jual Rp18.044, sedangkan Bank Negara Indonesia (BNI) di kisaran beli Rp17.925 sampai Rp17.957 dan jual Rp17.955 sampai Rp17.987. Kedua bank ini juga mengikuti tren penguatan rupiah yang sudah terlihat sejak akhir Juli 2026.

Konteks dan Faktor Penguatan Rupiah Terhadap Dolar AS

Nilai tukar rupiah yang menguat ke level sekitar Rp18.022 pada penutupan perdagangan 31 Juli 2026 dan sempat menyentuh Rp17.969 pada 5 Agustus 2026, menjadi faktor utama pergerakan kurs di bank-bank besar tersebut. Penguatan ini dipengaruhi oleh arus modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia serta sentimen positif terhadap kondisi ekonomi domestik yang stabil.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber perbankan, penguatan rupiah terjadi karena adanya kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia dan prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik. Hal ini juga diikuti oleh penguatan kurs dolar di pasar global yang sedang mengalami tekanan akibat kebijakan suku bunga yang cenderung stabil di Amerika Serikat.

"Penguatan rupiah ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan upaya pemerintah dalam menjaga kondisi fiskal serta moneter," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset ekonomi nasional.

Perbandingan Kurs Hari Ini dengan Hari Sebelumnya

BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom

Jika dibandingkan dengan kurs pada 5 Agustus 2026, terdapat sedikit perbedaan di setiap bank. Misalnya, BCA pada 5 Agustus menetapkan kurs beli di kisaran Rp17.925-Rp17.950 dan jual Rp17.945-Rp17.970, hampir sama dengan posisi hari ini. Bank Mandiri dan BRI juga menunjukkan pergerakan yang stabil dengan fluktuasi harga yang kecil.

Informasi Tambahan dan Implikasi

  • Kurs di bank BCA, Mandiri, BRI, dan BNI memberikan gambaran tren umum nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar domestik.
  • Penguatan kurs mempengaruhi harga barang impor dan transaksi lintas negara yang menggunakan dolar AS.
  • Bank-bank besar ini terus menyesuaikan kurs jual dan beli mengikuti dinamika pasar global dan domestik.
BankBeli (Rp)Jual (Rp)
BCA17.925 - 17.95017.945 - 17.970
Mandiri17.97018.000
BRI18.01318.044
BNI17.925 - 17.95717.955 - 17.987

Bank dan pelaku pasar diharapkan terus memantau pergerakan nilai tukar ini sebagai bagian dari pengelolaan risiko valuta asing dan perencanaan keuangan.

Editors Team
Daisy Floren