Penjualan Mobil Listrik Indonesia Januari-Juli 2026 Didominasi Jaecoo J5 EV

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

FajarBali.co.id Pasar mobil listrik di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan pada periode Januari hingga Juli 2026. Data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa Jaecoo J5 EV menjadi pemimpin penjualan dengan jumlah mencapai 20.145 unit.

Keberhasilan Jaecoo J5 EV ini dipengaruhi oleh strategi produksi CKD atau perakitan lokal yang membuat harga jualnya lebih kompetitif. Hal ini menjadi indikasi bahwa konsumen di Indonesia mulai menerima merek baru asal menawarkan produk yang menarik dari segi harga dan fitur.

Setelah Jaecoo J5 EV, posisi kedua ditempati oleh BYD Atto 1 dengan penjualan 14.349 unit. Mobil berukuran compact ini populer di kalangan konsumen perkotaan karena praktis untuk digunakan sehari-hari. Beberapa varian, termasuk versi CKD, semakin memperkuat daya tarik model ini.

Selanjutnya, Geely EX2 berhasil terjual sebanyak 8.174 unit, dengan peningkatan signifikan pada kuartal kedua tahun ini. Model ini menjadi pilihan bagi pembeli yang mencari kendaraan listrik ringkas dengan harga terjangkau.

Di segmen MPV listrik, BYD M6 menduduki peringkat keempat dengan 6.015 unit terjual. Kapasitas kabin yang luas menjadikan model ini sesuai untuk kebutuhan keluarga Indonesia.

Melengkapi lima besar adalah BYD Sealion 7, sebuah SUV coupe listrik dengan penjualan 4.176 unit. Meski penjualan bulanannya menurun, model ini tetap diminati oleh konsumen yang menginginkan desain sporty dan fitur premium.

Dominasi Merek BYD

Jika dilihat dari total penjualan per merek, BYD masih unggul dengan gabungan penjualan beberapa modelnya yang mencapai lebih dari 26.500 unit selama tujuh bulan pertama 2026. Ini menunjukkan persaingan di pasar kendaraan listrik Indonesia semakin ketat, dengan berbagai pilihan yang semakin variatif.

Bagi calon pembeli mobil listrik, penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek selain angka penjualan, seperti kebutuhan harian, ukuran kabin, jaringan layanan purna jual, kemudahan perawatan, dan nilai jual kembali kendaraan.

Informasi ini dikutip dari Moladin yang memantau perkembangan pasar mobil listrik Indonesia pada tahun 2026.

Editors Team
Daisy Floren