Pep Guardiola Ambil Jeda Panjang Usai Tinggalkan Manchester City

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Pep Guardiola mengisyaratkan akan mengambil jeda panjang dari dunia kepelatihan setelah meninggalkan Manchester City pada Mei 2026, karena membutuhkan waktu untuk memulihkan energi dan menata kehidupan pribadinya.

Selama sepuluh tahun di Etihad Stadium, pelatih asal Spanyol ini meraih 20 trofi dan membawa Manchester City menjadi salah satu klub terkuat di Eropa, sebelum akhirnya memutuskan beristirahat dari tekanan dunia sepak bola yang berat.

Guardiola menolak tawaran menjadi pelatih tim nasional Italia pada awal musim panas karena merasa terlalu lelah menghadapi tantangan baru, seperti dilansir dari Bola.

Dalam dokumenter Amazon Prime "A Beautiful Obsession", Guardiola mengaku belum tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya dan merasa sulit untuk kembali ke lapangan dalam waktu dekat.

"Saya sendiri bahkan tidak tahu apa yang akan saya lakukan," ujar Guardiola.

"Akan sulit untuk kembali. Setidaknya, itulah perasaan saya hari ini. Saya perlu menyegarkan kembali banyak hal yang terjadi dalam kehidupan pribadi saya," tambahnya.

Guardiola juga menyatakan perlunya menemukan dirinya kembali melalui aktivitas di luar sepak bola dan menjauh sejenak dari dunia tersebut.

"Saya perlu menemukan diri saya lagi dalam hal-hal yang berbeda. Saya perlu duduk dan menjauh sejenak dari semuanya. Itu salah satu target utama saya," tegasnya.

Sahabat dekat Guardiola, Txiki Begiristain, yang pernah menjadi direktur sepak bola Manchester City hingga 2025, mendukung keputusan ini dan menilai Guardiola perlu merasakan kehidupan di luar dunia sepak bola.

Begiristain menuturkan bahwa Guardiola selama ini terlalu lama berada dalam tekanan sepak bola sehingga sulit melepaskan diri.

"Saya ingin menjelaskan kepada Pep bahwa Anda bisa kalah 0-3, tetapi hidup terus berjalan. Ada banyak momen luar biasa yang bisa Anda nikmati bersama teman-teman," kata Begiristain.

"Namun, jika dia hanya bertemu dengan orang-orang sepak bola dan sepak bola adalah satu-satunya yang dia kenal, dia akan terus berada dalam rollercoaster yang selama ini dijalaninya," tambahnya.

"Dia membutuhkan waktu untuk keluar dan benar-benar berada di luar dunia tersebut."

Meski ingin menjauh, Guardiola belum menutup pintu untuk kembali jika kerinduan memenangkan pertandingan muncul.

"Yang membuat saya bahagia adalah melihat tim saya bermain dengan baik. Itulah motto dan target saya setiap kali bangun setiap hari," ungkapnya.

"Hal itu sangat membuat ketagihan. Banyak pelatih yang lebih tua pensiun, kemudian ingin kembali, lalu kembali lagi. Mereka tidak bisa hidup tanpanya," tambah Guardiola.

Editors Team
Daisy Floren

Most viewed