Arsenal Menang 3-0 Atasi Manchester City di Community Shield 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Arsenal membuka musim 2026/27 dengan meraih trofi Community Shield usai mengalahkan Manchester City 3-0 di Principality Stadium, seperti dilansir dari Bola. Skor ini menjadi margin kemenangan terbesar di Community Shield sejak 2014 dan mengulang hasil serupa Arsenal atas Manchester City pada tahun yang sama. Riccardo Calafiori mencetak gol cepat hanya 24 detik setelah pertandingan dimulai, gol tercepat dalam sejarah Community Shield sejak 1968.

Dalam debutnya, Christos Tzolis memberikan dua assist, sementara Martin Odegaard menyumbang gol pertamanya untuk Arsenal tahun ini.

Kai Havertz juga kembali berkontribusi melawan Manchester City, lawan yang paling sering ia buat gol sepanjang karier klub. Di sisi lain, Erling Haaland hanya menyentuh bola tujuh kali sebelum digantikan pada menit ke-54, dan Manchester City hanya menciptakan satu peluang besar sepanjang pertandingan.

Pelatih baru Manchester City, Enzo Maresca, memulai kariernya dengan kekalahan tiga gol, margin terbesar dalam laga kompetitif pertamanya sejak 1906. Kemenangan ini melengkapi rekor sempurna Arsenal sebagai juara bertahan Premier League di Community Shield, dengan kemenangan sebelumnya pada 1998, 2002, dan 2004.

Arsenal menunjukkan kontrol permainan yang efektif dengan empat pemain mencatat persentase umpan sukses di atas 90 persen. Calafiori membuka skor tercepat di menit pertama, sementara Tzolis jadi pemain pertama yang mencatat dua assist di Community Shield sejak 1996 dan yang pertama di Arsenal sejak 2020. Tzolis juga melanjutkan konsistensinya dengan terlibat minimal satu gol dalam 19 pertandingan berturut-turut saat bermain lebih dari 30 menit.

Havertz memiliki catatan khusus melawan Manchester City, dan gol Odegaard menjadi gol pertamanya di 2026 setelah penantian panjang.

Manchester City kesulitan menembus pertahanan Arsenal dan tampil tumpul, menciptakan hanya satu peluang besar sepanjang laga. Dominasi Arsenal terlihat dari efektivitas permainan dan organisasi pertahanan yang rapat, serta akurasi umpan di lini tengah yang solid. Kekalahan tiga gol ini menjadi start yang berat bagi Maresca di Manchester City, rekor kekalahan terbesar dalam laga kompetitif pertamanya setelah lebih dari satu abad.

Editors Team
Daisy Floren