Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Menguat pada 17 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Kurs dolar AS di bank-bank besar seperti BCA, Mandiri, BRI, dan BNI pada hari ini, Senin 17 Agustus 2026, menunjukkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Data terbaru mencatat harga beli dan jual dolar di keempat bank tersebut mengalami kenaikan dibanding pekan lalu, memberikan gambaran pergerakan pasar valuta asing di tengah kondisi ekonomi nasional saat ini.

Kurs di Bank Central Asia (BCA)

Kurs dolar di BCA pada 17 Agustus 2026 tercatat dengan harga beli sekitar Rp17.680 hingga Rp17.850 dan harga jual berkisar Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS. Angka ini mengalami kenaikan dari posisi 10 Agustus 2026 yang mencatat harga beli Rp17.720–17.807 dan jual Rp17.827–18.000, serta dibandingkan 15 Agustus yang berada di harga beli Rp17.660 dan jual Rp17.940.

Kurs di Bank Mandiri

Bank Mandiri juga mencatat penguatan kurs dolar dengan harga beli antara Rp17.670 hingga Rp17.830 dan harga jual Rp17.880 hingga Rp18.030. Ini lebih tinggi dibandingkan data 10 Agustus yang menunjukkan harga beli Rp17.650–17.810 dan jual Rp17.840–17.950 serta posisi 15 Agustus dengan harga beli Rp17.610 dan jual Rp17.910.

Kurs di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI)

BRI mencatat harga beli dolar di rentang Rp17.740–17.880 dan harga jual Rp17.900–18.060, naik dari posisi 10 Agustus yang sebelumnya di kisaran beli Rp17.745–17.876 dan jual Rp17.891–18.045. Sedangkan BNI memperlihatkan harga beli Rp17.680–17.820 dan harga jual Rp17.880–18.040, juga mengalami kenaikan dari data sebelumnya pada 10 Agustus dengan harga beli Rp17.660–17.800 dan jual Rp17.830–18.000 serta posisi 15 Agustus dengan harga beli Rp17.610 dan jual Rp17.910.

Konteks dan Faktor Penguatan Rupiah

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 17 Agustus 2026 ini berkaitan dengan beberapa faktor, antara lain stabilitas pasar keuangan domestik dan sentimen positif dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 1,59% pada 14 Agustus 2026 ke level 6.401,89. Selain itu, indeks dolar AS juga menunjukkan penguatan moderat yang berdampak pada pergerakan nilai tukar di dalam negeri.

Kenaikan kurs dolar ini dipengaruhi pula oleh kebijakan moneter Bank Indonesia dan kondisi pasar global yang terus bergerak dinamis. Memasuki pertengahan Agustus, nilai tukar rupiah berusaha bertahan di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS yang menjadi area strategis bagi para pelaku pasar valuta asing.

Update dan Informasi Tambahan

Nilai tukar dolar di bank-bank besar diperbarui secara berkala setiap hari kerja dan dapat berbeda antar jenis kurs seperti e-rate, TT counter, maupun bank notes. Nasabah disarankan untuk selalu memeriksa kurs terbaru melalui situs resmi bank atau kantor cabang sebelum melakukan transaksi valuta asing.

"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini menunjukkan stabilitas yang baik, didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat dan sentimen pasar yang positif," ujar analis pasar keuangan dari sebuah lembaga riset ekonomi.
BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI Siap Paparkan Kinerja Keuangan Semester I/2022 | Bisniscom
BankHarga Beli (Rp)Harga Jual (Rp)
BCA17.680–17.85017.900–18.050
Mandiri17.670–17.83017.880–18.030
BRI17.740–17.88017.900–18.060
BNI17.680–17.82017.880–18.040
  • Kurs dolar diperbarui setiap hari kerja di bank-bank besar
  • Nilai tukar dipengaruhi oleh kondisi pasar global dan kebijakan Bank Indonesia
  • Penguatan rupiah saat ini didukung oleh sentimen positif pasar saham

Informasi kurs dolar ini penting bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat yang melakukan transaksi valuta asing. Data kurs di atas bersumber dari update resmi bank dan lembaga keuangan pada 17 Agustus 2026.

Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.

Editors Team
Daisy Floren