Gianni Infantino Tetap Hadiri Turnamen U-14 di Republik Dominika Meski Diminta Tak Datang

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri turnamen sepak bola usia di bawah 14 tahun (U-14) di Punta Cana, Republik Dominika, meski sebelumnya diminta oleh Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, untuk tidak hadir demi menjaga fokus kegiatan pengembangan pemain muda, dilansir dari Bola.

Kehadiran Infantino ini terjadi saat FIFA tengah menghadapi kontroversi terkait rencana penjualan sebagian keuntungan Piala Dunia kepada investor swasta. Pada Sabtu waktu setempat, Infantino mengunggah foto-foto pertemuannya dengan pejabat pemerintahan dan sepak bola Republik Dominika di lapangan turnamen CFU.

Victor Montagliani menyatakan bahwa kehadiran Infantino berpotensi mengalihkan perhatian media dari pertandingan dan pengembangan pemain muda. "Saya yakin dengan mempertimbangkan krisis tata kelola yang sedang melanda FIFA akibat proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise Anda, media akan berfokus pada situasi tersebut," ujar Montagliani. "Hal ini, sayangnya akan secara signifikan mengalihkan perhatian dari aspek teknis kompetisi usia muda CFU," tambahnya.

Montagliani kemudian meminta Infantino meninjau ulang kehadirannya di turnamen tersebut untuk menjaga fokus kegiatan pengembangan pemain muda.

FIFA menyatakan mendanai badan sepak bola regional seperti CFU dengan pendanaan yang bisa mencapai 5 juta dolar AS per siklus Piala Dunia selama empat tahun. Namun, Montagliani bersama Wakil Presiden FIFA lain, Aleksander Ceferin dari UEFA, dan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheik Salman bin Ebrahim Al Khalifa, berupaya mengakhiri gaya kepemimpinan Infantino yang telah berjalan 11 tahun.

Mereka menuduh Infantino melakukan "penipuan" dalam rancangan pemisahan aktivitas komersial FIFA ke anak perusahaan yang akan memberi investor 20 persen saham. Proyek ini dibatalkan Infantino pada 1 Agustus setelah mendapat penolakan luas.

Kritik terhadap Infantino juga datang dari Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, yang kemudian dipecat pekan ini setelah mengkritik keras proposal dan kepemimpinan Infantino.

Dalam dinamika internal FIFA, federasi-federasi Karibia disebut berpotensi menjadi pendukung Infantino untuk mengurangi pengaruh CONCACAF. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) menyatakan dukungan terhadap Infantino, terutama terkait rencana memperbanyak pertandingan Piala Dunia 2030 di Amerika Selatan dan wacana menaikkan jumlah peserta dari 48 menjadi 64 tim.

Editors Team
Daisy Floren