Harga Sembako di Jawa Timur Naik Turun pada 2 September 2026
FajarBali.co.id Harga sembako di Jawa Timur pada Rabu, 2 September 2026, mengalami fluktuasi dari hari sebelumnya. Data terbaru per pukul 08.09 WIB menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan sementara yang lain menurun, mempengaruhi daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga sembako terdiri dari sembilan bahan pokok utama dan cabai sebagai pelengkap kebutuhan dapur. Pada tanggal 2 September 2026, harga beras premium tercatat Rp15.163 per kilogram, naik dari harga kemarin yang sebesar Rp15.000 per kilogram.
Namun, harga beras medium mengalami penurunan menjadi Rp12.800 per kilogram dibandingkan Rp12.847 per kilogram pada 1 September 2026. Harga gula kristal putih juga turun menjadi Rp16.900 per kilogram dari Rp17.061 per kilogram sebelumnya.
Rincian Harga Komoditas Utama
| Komoditas | Harga 1 Sep 2026 (Rp/kg) | Harga 2 Sep 2026 (Rp/kg) |
|---|---|---|
| Beras Premium | 15.000 | 15.163 |
| Beras Medium | 12.847 | 12.800 |
| Gula Kristal Putih | 17.061 | 16.900 |
| Minyak Goreng | 14.500 | 14.700 |
| Daging Sapi | 120.000 | 121.500 |
| Telur Ayam | 29.000 | 29.400 |
Sementara itu, minyak goreng dan daging sapi mengalami kenaikan harga masing-masing menjadi Rp14.700 dan Rp121.500 per kilogram. Telur ayam juga mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp29.400 per kilogram dari Rp29.000 pada hari sebelumnya.
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga
Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh permintaan yang meningkat menjelang akhir bulan serta pasokan yang belum stabil di beberapa daerah penghasil. Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur menyatakan, "Fluktuasi harga sembako merupakan hal yang biasa terjadi pada musim transisi, dan kami terus memantau agar agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan konsumen."
Kenaikan harga cabai rawit juga menjadi perhatian karena naik tajam hingga Rp71.000 per kilogram, menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Dampak dan Tanggapan Masyarakat
Harga sembako yang berubah-ubah ini berdampak pada daya beli masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Pedagang di pasar tradisional melaporkan permintaan yang tetap stabil meskipun harga naik, namun pembeli cenderung memilih barang dengan harga lebih murah atau mengurangi jumlah pembelian.
Seorang pedagang pasar di Surabaya menyampaikan, "Harga daging sapi dan cabai naik, pembeli jadi lebih hemat dan pilih-pilih. Kami berharap harga bisa segera stabil agar tidak memberatkan keluarga."
Update Ketersediaan dan Harga Sembako Selanjutnya
Pemerintah daerah bersama dinas terkait berencana melakukan operasi pasar dan distribusi tambahan untuk menekan harga bahan pokok yang bergejolak. Pemantauan harga akan terus dilakukan setiap hari guna memberikan informasi akurat kepada masyarakat dan mengantisipasi lonjakan harga yang tidak terkendali.