Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Turun pada 8 Agustus 2026
FajarBali.co.id Kurs dolar AS di Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI) mengalami penurunan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Penurunan ini mengikuti tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tercatat pada perdagangan hari Jumat (7/8/2026).
Per 8 Agustus 2026, nilai tukar dolar AS di BCA tercatat dengan e-rate beli di kisaran Rp17.930 dan jual Rp17.950. Bank Mandiri menetapkan special rate beli pada Rp17.900 dan jual Rp17.930. Sedangkan BRI membukukan kurs beli Rp17.903 dan jual Rp17.929. BNI juga memperlihatkan kurs beli Rp17.925 dan jual Rp17.955.
Perbandingan dengan data 7 Agustus 2026 menunjukkan penurunan nilai tukar di semua bank tersebut. Pada Jumat lalu, BCA membukukan e-rate jual Rp17.950, Mandiri jual Rp17.930, BRI jual Rp17.929, dan BNI jual Rp17.955. Pelemahan ini terjadi meski sebelumnya rupiah menguat hingga level Rp18.022 pada akhir Juli 2026.
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar
Berdasarkan data terbaru, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada awal Agustus di rentang Rp17.850 sampai Rp18.150 per dolar AS. Pelemahan yang terjadi pada pekan ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kebijakan suku bunga The Fed," ujar analis pasar keuangan dari salah satu lembaga riset ekonomi nasional.
Pengaruh Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed
Ketidakpastian terkait kebijakan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah. Pasar terus mengamati kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Fed, yang dapat berdampak pada penguatan rupiah. Namun hingga saat ini, keputusan resmi terkait kapan The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga masih belum pasti.
Dampak dan Implikasi untuk Pelaku Pasar
Penurunan kurs dolar di bank-bank besar ini memberikan sinyal kepada pelaku pasar dan masyarakat terkait fluktuasi nilai tukar. Pelaku usaha dan investor diharapkan tetap waspada terhadap pergerakan nilai tukar yang bisa berubah cepat sesuai perkembangan ekonomi global.
Berikut tabel perbandingan kurs dolar AS di empat bank besar pada 7 dan 8 Agustus 2026:
| Bank | 7 Agustus 2026 (Beli) | 7 Agustus 2026 (Jual) | 8 Agustus 2026 (Beli) | 8 Agustus 2026 (Jual) |
|---|---|---|---|---|
| BCA | Rp17.930 | Rp17.950 | Rp17.930 | Rp17.950 |
| Mandiri | Rp17.900 | Rp17.930 | Rp17.900 | Rp17.930 |
| BRI | Rp17.903 | Rp17.929 | Rp17.903 | Rp17.929 |
| BNI | Rp17.925 | Rp17.955 | Rp17.925 | Rp17.955 |
Perkiraan Tren Nilai Tukar Rupiah Minggu Ini
Dalam minggu pertama Agustus 2026, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran yang relatif sempit dengan fluktuasi di antara Rp17.850 hingga Rp18.150 per dolar AS. Hal ini sesuai dengan analisis pasar yang mempertimbangkan kondisi ekonomi dalam negeri dan perkembangan kebijakan moneter global.
"Kondisi pasar saat ini menuntut kehati-hatian karena adanya ketidakpastian dari faktor eksternal yang masih dominan," tambah analis tersebut.
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.