Harga Sembako Hari Ini Naik Turun di Berbagai Wilayah 18 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

FajarBali.co.id Harga sembako hari ini, 18 Agustus 2026, menunjukkan fluktuasi di berbagai daerah di Indonesia. Data real-time dari Econiq.id yang menggabungkan marketplace, patokan resmi pemerintah, kurs JISDOR Bank Indonesia, dan sinyal sosial media mencatat beberapa perubahan harga penting yang berdampak langsung pada konsumen di seluruh wilayah.

Minyak goreng curah tercatat sekitar Rp20.450 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I berada di kisaran Rp23.850 per liter. Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp54.450 per kilogram, cabai rawit hijau Rp49.250 per kilogram, cabai merah besar Rp48.850 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp44.250 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual dengan harga Rp41.400 dan Rp42.450 per kilogram.

Untuk beras, harga bervariasi sesuai kualitasnya, mulai dari kualitas bawah I sekitar Rp15.200 per kilogram hingga super I yang mencapai Rp17.500 per kilogram. Daging ayam ras dipatok pada harga Rp38.600 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di angka Rp29.550 per kilogram. Gula pasir premium dijual dengan harga Rp20.150 per kilogram, sementara gula lokal sekitar Rp19.100 per kilogram.

Di Jawa Timur, data per 17 Agustus 2026 menunjukkan harga beras premium sebesar Rp15.065 per kilogram dan beras medium sekitar Rp12.180 per kilogram. Minyak goreng curah dijual Rp20.246 per liter, minyak goreng kemasan premium Rp21.998 per liter, dan kemasan sederhana Rp19.253 per liter.

Dalam sepekan terakhir, harga minyak goreng kemasan sederhana naik sebesar 2,76%, daging ayam ras naik 1,5%, garam bata naik 3,41%, dan cabai rawit merah naik 1,92%. Namun, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, seperti minyak goreng merek MinyaKita turun 1,20%, daging ayam kampung turun 3,52%, telur ayam kampung turun 2,45%, cabai merah keriting turun 3,37%, dan cabai merah besar turun 2,64%.

Faktor Penyebab Fluktuasi Harga

Perubahan harga sembako ini dipengaruhi beberapa faktor utama. Permintaan dan penawaran di pasar, cuaca ekstrem yang memengaruhi hasil panen, kebijakan pemerintah terkait distribusi dan subsidi, serta biaya produksi yang meliputi bahan baku, pupuk, bahan bakar minyak, dan upah tenaga kerja turut memengaruhi harga. Selain itu, nilai tukar mata uang dan inflasi juga menjadi faktor penting yang menyebabkan naik turunnya harga kebutuhan pokok.

Masalah distribusi yang belum sepenuhnya efisien juga menjadi salah satu penyebab ketidakstabilan harga di beberapa daerah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan dapat menstabilkan harga sembako dinilai oleh sebagian masyarakat belum memberikan dampak signifikan dan masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.

"Program MBG belum sepenuhnya efektif dalam menstabilkan harga sembako di lapangan," ujar seorang warga yang mengikuti program tersebut.

Memantau Harga Kebutuhan Pokok Secara Real-Time

Masyarakat dapat memantau harga kebutuhan pokok secara real-time melalui platform seperti Econiq.id yang mengintegrasikan data dari berbagai sumber resmi dan marketplace. Cara ini membantu konsumen dalam mengambil keputusan belanja agar tetap ekonomis di tengah fluktuasi harga yang terjadi.

Harga Sembako Makin Pedas Cabai Rawit Merah Naik Tajam Jelang Iduladha iNews Today | Official iNews
KomoditasHarga Nasional (Rp/kg atau Rp/liter)Harga Jawa Timur (Rp/kg atau Rp/liter)
Minyak Goreng Curah20.450/liter20.246/liter
Minyak Goreng Kemasan Merek I23.850/liter21.998/liter (premium), 19.253 (sederhana)
Cabai Rawit Merah54.450/kgNaik 1,92%
Bawang Merah41.400/kg
Beras Kualitas Super I17.500/kg15.065/kg (premium)
Daging Ayam Ras38.600/kgNaik 1,5%
Telur Ayam Ras29.550/kgTurun 2,45% (kampung)
Gula Pasir Premium20.150/kg17.108/kg (kristal putih)
"Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah."

Editors Team
Daisy Floren